suarasurabaya.net

Tiap Rupiah Melemah Rp100 per US$, Biaya PLN Bertambah Rp1,3 Triliun
Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 12 Juli 2018 | 10:20 WIB

Ilustrasi
suarasurabaya.net| Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi mendongkrak beban biaya operasional PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).

Sofyan Basir Direktur Utama PLN mengatakan setiap Rp100 penurunan kurs rupiah akan menimbulkan pertambahan biaya PLN sekitar Rp1,3 triliun. Berdasarkan asumsi makro APBN 2018, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat diperkirakan senilai Rp13.400.

Sedangkan rupiah tercatat terus menunjukkan tren pelemahan dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, nilai tukar rupiah menembus ke level Rp14.385.

"Hari ini sudah Rp10 triliun lebih pnambahan biaya. Belum dari batu bara, BBM, selisih inflasi. Empat komponen ini yang masih kami tahan," ujar Sofyan di Jakarta, Kamis (12/7/2018) seperti dilansir kominfo.jatimprov.go.id.

Kondisi makro ekonomi yang telah terjadi sejak tahun lalu itu pun, lanjut dia, menyebabkan perolehan laba PLN tahun lalu terjun bebas dari target yang diperkirakan.

Tahun lalu, laba perseroan ditaksir dapat mencapai Rp15 triliun, namun realisasinya hanya mencapai Rp4 triliun."Sekarang masih rugi Rp6 triliun," kata Sofyan.

Sementara Sarwono Sudarto Direktur Keuangan PLN mengatakan kendati rugi kurs PLN mencapai Rp6 triliun, kinerja perseroan tidak terganggu. Dia mengklaim bahwa perseroan masih dapat mengantongi laba operasional.

"Operasi kami masih bagus, masih punya laba operasi. Kalau kurs itu kan naik turun aja. itu bukan cash out, hanya nilai buku," ujarnya.

Menurutnya, gejolak kurs dan fluktuasi harga energi primer menjadi tantangan bagi PLN. Dia membandingkan kondisi tahun lalu cukup berat karena harga batu bara tinggi, sementara kurs terkendali. sedangkan tahun ini, harga batu bara sudah terkendali, kurs justru meningkat.

"Tapi kami sudah punya kebijakan dan alhamdulillah terkendali, karena kami hedging. Paling tidak 25 persen daripada kewajiban kami," tuturnya. (dwi/ipg)
top