suarasurabaya.net

Forum Bisnis RI-Arab Saudi Tingkatkan Berbagai Kemitraan Bisnis Baru
Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 30 November 2018 | 17:36 WIB

Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan saat Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi di Jeddah, Kamis (29/11/2018). Foto: Antara
suarasurabaya.net| Para pengusaha asal Indonesia dan Arab Saudi agresif dalam meningkatkan kemitraan bisnis, hal tersebut tercermin dari pelaksanaan Forum Bisnis Indonesia-Arab Saudi sebagai rangkaian acara Made in Indonesia Expo 2018 di Jeddah yang ramai dikunjungi para pengusaha dari kedua negara.

"Forum bisnis ini pertama kali dilakukan dan terlihat antusiasmenya sangat besar. Para pengusaha juga langsung menunjuk sektor mana yang mereka ingin ajak kerja sama," kata Arlinda Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan di Jeddah, Jumat (30/11/2018).

Arlinda menyampaikan, Antara, pengusaha Arab Saudi membidik beberapa produk asal Indonesia untuk didistribusikan di negaranya.

"Banyak ya, ada yang mau jadi agen minyak goreng, dan beberapa produk lainnya, ada juga yang minat investasi. Kami terbuka untuk semua kemitraan," ungkapnya.

Ini membuktikan bahwa berbagai produk yang ada di Indonesia memiliki standar yang sesuai dengan masyarakat di Arab Saudi.

Pada kesempatan tersebut, Arlinda memaparkan, hubungan Indonesia dan Arab telah berlangsung lama, bahkan sebelum negara-negara secara resmi didirikan.

Sejak berabad-abad yang lalu, para sarjana dan saudagar Arab telah mengunjungi Indonesia untuk berkhotbah dan berdagang. Orang Indonesia juga mengunjungi Arab Saudi untuk haji dan belajar Islam.

Secara resmi, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Arab Saudi telah terbentuk selama 68 tahun, sejak 1 Mei 1950. Para pemimpin kedua negara saling mengunjungi.

Ada kesenjangan 46 tahun antara kunjungan pertama Raja Saudi ke Indonesia, Raja Faisal pada tahun 1970 dan Raja Salman pada tahun 2017.

"Kunjungan Raja Salman ke Indonesia pada Maret 2017 memiliki dampak yang sangat positif terhadap hubungan kedua negara. Kunjungan ini menghasilkan 11 perjanjian kerja sama di berbagai bidang senilai Rp325 triliun," tutur Arlinda.

Setelah kunjungan Raja Salman, pada 22 Oktober 2018, Adel bin Ahmed Al-Jubeir Menteri Luar Negeri Saudi bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Arab Saudi dan Menteri Luar Negeri Indonesia mengadakan Rapat Komisi Gabungan antara Indonesia - Arab Saudi, di mana dampak ekonominya terus berlanjut hingga kini. (ant/nin/ipg)
top