suarasurabaya.net

Presiden Yakin e-Commerce di Indonesia Tumbuh dan Berkembang Pesat
Laporan Farid Kusuma | Jumat, 11 Januari 2019 | 06:54 WIB


Joko Widodo memberikan pidato tentang peluang tumbuh berkembangnya e-commerce di Indonesia, dalam acara ulang tahun BukaLapak ke-9, di Jakarta Convention Center, Kamis (10/1/2019). Foto: Biro Pers Setpres
suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden meyakini peluang tumbuh dan berkembangnya bisnis niaga berbasis elektronik atau e-commerce di Indonesia masih sangat besar.

Salah satu indikatornya adalah laporan riset bersama yang dikeluarkan dua bulan yang lalu oleh Google dan Temasek Singapura atas perkembangan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan optimistis itu diungkapkan Presiden saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-9 BukaLapak, di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (10/1/2019).

"Google dan Temasek memperkirakan nilai perdagangan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 adalah USD23,2 miliar atau sekitar Rp336 triliun gross merchandise value. Angka itu naik kurang lebih 114 persen dari tahun sebelumnya, sebuah lompatan yang sangat tinggi sekali," ujarnya.

Jokowi menambahkan, Google dan Temasek juga memprediksi angka itu akan naik dua kali lipat dalam enam tahun ke depan sehingga mencapai USD53 miliar di tahun 2025.

"Kira-kira mencapai Rp700 triliun. Itu angka yang besar sekali," lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden mengungkapkan jumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia sekarang ada sebanyak 56 juta.

Namun demikian, Presiden memandang masih banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM ini, antara lain yang berkaitan dengan membangun brand (merek), desain yang mengikuti keinginan pasar, pengemasan produk yang menarik hingga permodalan dan akses masuk ke pasar.

"Kita lihat ini satu per satu akan bisa selesai kalau dunia usaha, swasta, bersama-sama dengan pemerintah membangun negara ini bersama-sama," katanya.

Berdasarkan pengamatannya di sejumlah daerah, Presiden menilai sebenarnya produk UMKM banyak yang memiliki kualitas, tapi tidak bisa masuk ke pasar karena pengemasannya yang kurang elegan, atau mereknya kurang menjual.

"Contoh yang saya tahu misalnya, furniture banyak UKM-UKM kita memiliki produk yang bagus, tapi tidak mengikuti tren pasar. Desainnya bagus, tapi warnanya tidak mengikuti juga keinginan pasar," tuturnya.

Hadirnya start-up e-commerce seperti BukaLapak, menurut Presiden adalah sebuah solusi untuk mengatasi berbagai persoalan tersebut. Ketersambungan antara ekosistem online dan ekosistem offline, menurut Jokowi adalah salah satu kekuatan besar untuk mengembangkan produk UMKM.

"Oleh sebab itu, saya mengajak BukaLapak agar membangun ekosistem online supaya tersambung dengan ekosistem offline. Artinya seluruh UMKM yang ada di negara kita bisa masuk semuanya ke BukaLapak," harapnya. (rid/tin)
top