suarasurabaya.net

Cerita di Balik Debut Via Vallen di Panggung Jazz
Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 27 Agustus 2018 | 15:52 WIB

Via Vallen dalam IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 Sabtu (25/8/2018) malam. Foto: Suara Surabaya Media
suarasurabaya.net| Maulidia Octavia atau Via Vallen mendapat apresiasi luar biasa saat manggung di IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 di Grand City Convex Surabaya, yang digelar Suara Surabaya, Sabtu (25/8/2018). Ribuan penonton yang memadati stage outdoor itu ingin menjawab penasaran bagaimana seorang biduan Dangdut harus manggung di salah satu pesta musik Jazz terbesar di Indonesia itu.

Rasa penasaran Vianisty (fans Via Vallen) maupun penggemar Jazz Tanah Air serasa terjawab di malam akhir pekan itu. Via Vallen sukses tampil bebas di panggung dan menampilkan hiburan berkelas.

Via Vallen tampil dengan debut nama panggung Via Vallen Jazz Traffic Project yang digawangi para musisi berkelas dari sebuah band Fussion Stuff. Ada Krishna Siregar (Keyboard sekaligus music director), Kadek Rihardika (gitar), lalu ada Dames Nababan (alto sax), Jeanne Phialsa atau Alsa (drum), dan Raden Suriandika Satjadibrata (bassis Ada Band).

Hasilnya, mengejutkan ribuan penonton. Via Vallen tampil nyaris sempurna saat membawakan Love milik Michael Buble yang diaransemen lebih ngejazz. Via juga bikin ribuan penonton bergoyang dalam tiga lagu dangdutnya yang hits. Bojo Galak, Sayang, Meraih Bintang sukses menghipnotis pengunjung JTF untuk bergoyang dengan sadar.

Crossover Dangdut dan Jazz

Alsa sang drummer dalam projek itu mengatakan, bahwa Via Vallen Jazz Traffic Project boleh dibilang telah menyajikan crossover antara Dangdut dan Jazz. Krisna Siregar sebagi music director telah menyiapkan aransemen gabungan dangdut dan jazz di situ butuh adaptasi dari semua pemain termasuk penyanyinya.

"Basic semua pemainnya memang kental di Jazz. Jadi bener adaptasinya gila-gilaan. Tapi asyik juga, penontonnya rame banget," ujar Alsa kepada suarasurabaya.net.

Alsa membeberkan, Via Vallen hanya ikut latihan sekali saja untuk persiapan tampil di JTF itu. Menurutnya, Via memang termasuk penyanyi yang mudah ngerti dan cepat adaptasi. Sehingga, hanya butuh latihan sedikit untuk mengompakkan ritme.

"Untuk JTF 2018 kemarin hanya latihan sekali yang bareng Via Vallen. Untungnya dalam latihan, mbak Via cepat, cepet ngerti, dan jiwa bandnya ada. Lagu-lagu yang ditampilkan memang sebekumnya aransemennya sudah jadi sehingga hanya butuh latihan dikit agar lebih kompak aja," kata Alsa.

Menurut Alsa, Via Vallen tidak mendapat kesulitan saat main di JTF 2018. Sebab, di panggung semua tim saling bantu.

"Saling bantu, pada ngingetin bagan-bagan. Mbak Via sempat kelihatan banyak mikir sebelum main, dia ngingeti-nginget bagan lagu dan aransemen. Alhamdulillah lancar," katanya.

Selama latihan, kata Alsa timnya tidak kesulitan bekerja sama dengan Via Vallen. Dalam latihan, hanya butuh nyamain nada dasar dan bagan-bagan lagu.

"Mbak Via Vallen sendiri sudah mendengarkan lagu aslinya pada lagu Love. Jadinya lebih asyik, lagunya jazz jadi dangdut, yang dangdut jadi RnB," karya Alsa.

Sekadar diketahui, IndiHome Jazz Traffic Festival 2018 telah digelar selama dua hari Sabtu 25 Agustus sampai Minggu 26 Agustus kemarin. Dalam gelaran jazz tahunan itu, 400 musisi dari berbagai genre telah sukses menghibur ribuan penonton.

Via Vallen yang mendapat kesempatan menutup penampilan di hari pertama, mengaku bangga bisa manggung di panggung Jazz. Dia berharap tahun berikutnya JTF bisa lebih meriah dan memunculkan energi baru untuk musik Indonesia. (bid/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Tutup Hari Pertama, Penonton Bergoyang Bersama Via
  • top