suarasurabaya.net

Linmas Ikuti Pelatihan Penanganan Satwa
Laporan J. Totok Sumarno | Sabtu, 12 Agustus 2017 | 19:57 WIB

Peserta mengikuti pelatihan penanganan satwa di KBS. Foto: Humas KBS
suarasurabaya.net| Sebanyak 50 anggota Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas), Sabtu (12/8/2017) mengikuti pelatihan penanganan satwa yang digelar di Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Penyelamatan satwa di lingkungan masyarakat, memang tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Dibutuhkan teknik dan cara-cara khusus untuk melakukannya, dan petugas memang wajib memiliki kemampuan dalam penanganan satwa.

Jika penanganan keliru, maka hal itu bisa berdampak pada keselamatan serta keamanan bagi petugas yang melakukan proses penyelamatan satwa dilingkungan masyarakat tersebut. Ini yang tidak boleh terjadi.

"50 peserta pelatihan penanganan satwa langsung mengikuti pelatihan di KBS. Mereka dibekali pelatihan dan pengetahuan penanganan satwa agar memiliki kompetensi dan juga lebih terlatih. Dibutuhkan kompetensi dan keterampian tersendiri untuk menangani satwa," kata Laily Widya Arishandi humas PDTS KBS.

Pemateri pada pelatihan kali ini adalah para keeper satwa dan dokter hewan dari Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Pemberian materi dan teori dilakukan di dalam ruangan. Sedangkan untuk pelaksanaan praktek penanganan satwa dilakukan di luar ruangan di bawah pengawasna langsung para keeper satwa dan dokter hewan yang bertugas.

Pelatihan penanganan satwa untuk kali ini adalah bagaimana menangkap dan menenangkan jenis reptil dan primata. "Jenis Reptil adalah Ular, Buaya sedangkan jenis Primata adalah Monyet Ekor Panjang," tambah Laily.

Drh. Glen Kartiko satu diantara pemateri mengingatkan bahwa untuk penanganan satwa, beberapa barang sangat dianjurkan dipakai. Mulai dari sarung tangan, jaring serta sepatu. "Ini selain demi kesehatan juga agar pelaku penanganan satwa tidak sampai cedera," kata drh. Glen Kartiko.

Dalam penanganan satwa lanjut Glen, petugas memang harus dengan cepat dan tepat melaksanakan tugasnya, serta harus memahami kondisi lingkungan. "Agar satwa tidak cedera, dan petugas juga tidak cedera," pungkas Glen.(tok/fik)
top