suarasurabaya.net

Jaringan Listrik Bawah Suramadu Terbakar, Lajur Roda Dua Dialihkan
Laporan Fatkhurohman Taufik | Sabtu, 23 September 2017 | 20:25 WIB

Ilustrasi Jembatan Suramadu
suarasurabaya.net| Petugas Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) mengalihkan arus lali lintas kendaraan roda dua atau sepeda motor ke jalur roda empat menyusul kebakaran yang terjadi pada jaringan kabel listrik di jembatan itu.

"Yang kami alihkan adalah arus kendaraan roda yang menuju arah Pulau Madura," ujar Mujiono, Kepala Gerbang Tol Jembatan Suramadu, Sabtu (23/9/2017) malam.

Dia mengatkaan kebakaran terjadi pada sekitar pukul 17.00 WIB tadi sore. "Yang terbakar adalah jaringan kabel yang berada di bawah jembatan sisi jalur kendaraan roda dua yang menuju arah Pulau Madura," katanya.

Karenanya petugas langsung mengalihkan arus lalu lintas jalur roda dua ke jalur roda empat yang menuju ke arah Madura sebagai langkah pengamanan.

Selain itu pihaknya juga segera menghubungi petugas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk melihat kerusakan akibat kebakaran tersebut.

Selain menghubungi pihak PLN, dia menambahkan, juga menghubungi petugas dari pihak Pekerjaan Umum (PU).

"Ini nanti yang memperbaiki adalah dua petugas dari dua instansi itu, yaitu PLN dan PU," katanya.

Sampai sekarang, Mujiono memastikan, kondisi di Jembatan Suramadu tidak ada masalah yang cukup berarti, karena tinggal menunggu perbaikan jaringan kabel listrik yang rusak. Hingga berita ini diturunkan kabel yang terbakar masih mengeluarkan asap.

"Arus lalu lintas berjalan normal baik dari sisi arah Surabaya menuju Madura maupun sebaliknya," ujarnya.

Memang, menurut dia, perbaikannya agak susah karena posisi kabel berada di bawah jembatan.

Petugas dari PLN dan PU sudah di lokasi sejak sore tadi. Namun belum bisa turun ke bawah jembatan karena masih menunggu peralatan yang dibutuhkan untuk perbaikan yang masih dalam perjalanan.

"Peralatannya sudah dikirim tapi masih dalam perjalanan. Petugas dari PLN dan PU menunggu peralatan ini untuk kemudian turun ke bawah jembatan melakukan perbaikan," ucapnya.

Sementara itu, Bambang Vistadi Kabid Pembinaan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran pada Radio Suara Surabaya mengatakan bahwa proses pemadaman agal sulit karena petugas harus membuka beton cor setebal 30 cm. "Padahal yang terbakar cukup panjang," kata Bambang. (fik)

B E R I T A    T E R K A I T
  • BBPJN : Perbaikan Jalan Beton Gunakan Metode Mutakhir Khusus
  • top