suarasurabaya.net

Program Sistem Produksi Terpadu Tingkatkan Daya Saing Petani Tembakau
Laporan J. Totok Sumarno | Kamis, 12 Oktober 2017 | 17:27 WIB

Suasana diskusi bersama media dengan nara sumber Mindaugas Trumpaitis Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Foto: Humas PT HM Sampoerna Tbk
suarasurabaya.net| Program kemitraan Sistem Produksi Terpadu bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia, agar petani dapat bersaing di rantai pasar nasional maupun global. Satu diantara komitmen PT HM Sampoerna Tbk., tingkatkan daya saing sektor agro industri nasional dalam bentuk program kemitraan.

Program yang sarat inovasi ini dilakukan melalui perusahaan pemasok tembakau sejak 2009 dan telah melibatkan 27.500 petani dengan luas lahan 24.500 hektar.

Para petani yang tergabung dalam program Sistem Produksi Terpadu, diperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian.

Program ini sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan inovasi di sektor pertanian sehingga memberikan kesejahteraan kepada petani.

Para petani yang mengikuti program Sistem Produksi Terpadu mampu meningkatkan produktivitas mereka hingga 25 persen.

Dengan demikian, program Sistem Produksi Terpadu juga mendukung satu diantara program Nawacita, yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis, dalam hal ini pertanian.

Mindaugas Trumpaitis Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk., mengatakan, sistem produksi pertanian yang berkesinambungan merupakan kunci pembangunan sektor pertanian berdaya saing tinggi yang mampu menyejahterakan para petani Indonesia.

"Program kemitraan menjadi komitmen kami dalam menjalankan usaha yang efisien dan berkelanjutan dengan melibatkan banyak aspek, terutama di wilayah yang menjadi pusat bisnis perusahaan. Inovasi ini tidak akan berhenti sampai di sini. Perusahaan senantiasa berkomitmen menghadirkan terobosan guna meningkatkan produktivitas mitra bisnis kami agar terus berkembang sehingga akan berdampak terhadap kesejahteraan kehidupan mereka, terutama petani tembakau dan cengkih," papar Mindaugas seperti dilansir dalam siaran persnya, Kamis (12/10/2017).

Sistem Produksi Terpadu telah diperkenalkan kepada sejumlah petani yang berada di daerah penghasil tembakau di Indonesia seperti Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang.

Selain teknologi, para petani mitra juga akan mendapatkan pendampingan sistem pertanian yang baik, akses permodalan, sarana dan prasarana pertanian serta akses pasar yang terjamin bagi hasil produksi para petani.

"Dengan berasaskan prinsip saling menguntungkan, program Sistem Produksi Terpadu akan membantu peningkatan kesejahteraan para petani tembakau di Indonesia. Kami berharap program ini terus mendapat dukungan dari pemerintah agar kesejahteraan petani tembakau terus meningkat dan di saat yang bersamaan dapat meningkatkan pasokan tembakau dalam negeri untuk keperluan industri," kata Mindaugas.

Dalam pelaksanaannya, Sistem Produksi Terpadu akan melibatkan tiga komponen utama yakni Petani, Pemasok, dan Pabrikan. Sampoerna sebagai pabrikan akan mendapatkan jaminan pasokan tembakau dengan tingkat kualitas dan mutu terbaik sesuai standar yang ditetapkan.

Sementara itu bagi petani, program ini akan memberikan peningkatan pendapatan sebagai hasil dari produksi dengan mutu yang lebih tinggi hingga jaminan pasar yang baik.

Pencapaian tersebut didapatkan melalui pemberian akses kepada mekanisasi pertanian yang memungkinkan biaya produksi yang lebih rendah dan memberikan solusi bagi masalah kekurangan tenaga kerja, serta memungkinkan penggarapan lahan yang lebih luas.

"Kami bangga berperan penting dan strategis meningkatkan daya saing industri dan kontribusi sektor agro industri untuk mendukung perusahaan terhadap pertumbuhan ekonomi negara. Komitmen tersebut terus kami perkuat agar kontribusi perusahaan kepada masyarakat dan negara tersampaikan secara luas," pungkas Mindaugas.(tok/rst)
top