suarasurabaya.net

Korban First Travel Tidak Ingin First Travel Dipailitkan
Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 12 Oktober 2017 | 20:15 WIB

Korban First Travel di Komisi VIII DPR RI. Foto: Faiz suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net| Puluhan korban penipuan biro perjalanan Umroh First Travel hari ini kembali mendatangi DPR. Kali ini mereka menemui Komisi VIII DPR RI yang membidangi Agama untuk mengadukan nasibnya.

Para Jamaah First Travel ini meminta Komisi VIII DPR RI mendesak Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama untuk turut bertanggung jawab menuntaskan persoalan kasus penipuan oleh First Travel.

Rizki Rahmadiansyah Kuasa Hukum Jamaah First Travel meminta, agar setidaknya para Jamaah korban First Travel ini bisa tetap diberangkatkan dengan penjadwalan ulang atau pengembalian uang.

"Bapak Ibu yang menjadi korban First Travel ini ingin tetap bisa berangkat Umroh. Kementerian Agama juga harus bertanggungjawab untuk menuntaskan kasus ini," ujar Rizki saat menyampaikan kepada Komisi VIII di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Rizki berharap agar First Travel tidak dipailitkan, karena apabila First Travel dipailitkan maka akan selesai perlawanan para jemaah yang menjadi korban penipuan.

"Kami harap, First Travel jangan dipailitkan. Kalau dipailitkan selesailah perlawanan para korban yang ditipu ini," kata dia.

Sementara, menanggapi keluhan korban Forst Travel itu, hampir seluruh Anggota Komisi VIII DPR RI menyatakan akan memberi dukungan penuh bagi penyelesaian kasus First Travel ini.

Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB menegaskan bahwa yang harus diperjuangkan adalah hak-hak para jamaah dan mengawasi proses hukum kasus First Travel. (faz/bid)

top