suarasurabaya.net

Peran Strategis Pemuda Bagi Kemajuan Bangsa
Laporan Denza Perdana | Kamis, 07 Desember 2017 | 16:33 WIB

Soekarwo Gubernur Jatim bersama tiga menteri menyambut Kirab Pemuda 2017 di Blitar, Kamis (7/12/2017). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), didampingi Gubernur Jatim menutup Kirab Pemuda 2017 di Lapangan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (7/12/2017).

Imam Nahrowi Menpora mengatakan, kirab pemuda yang diikuti 73 pemuda-pemudi perwakilan setiap provinsi ini telah mengelilingi Kabupaten/kota di Indonesia selama 72 hari.

"Semangat dan senyum mereka untuk menjaga Indonesia sangat kuat. Ini menjadi bukti bahwa kebhinekaan itu ada dan akan terus dijaga," kata Imam Nahrowi dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.

Puan Maharani Menko PMK mengatakan, pemuda adalah generasi penerus bangsa yang mempunyai peran strategis bagi kemajuan bangsa.

"Di tangan kalian para pemuda, NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga," pesannya kepada para peserta kirab.

Puan juga mengatakan, pemuda harus memiliki kesiapan mental, spiritual dan pengetahuan agar mampu menghadapi persaingan global. Menurutnya, pembangunan akan berhasil bila ada kebersamaan, gotong royong, dan persatuan.

Kabupaten Blitar dipilih sebagai lokasi Kirab Pemuda 2017 karena di tempat ini Proklamator Indonesia dimakamkan.

"Semangat beliau harus memberi semangat bagi kita untuk membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik," katanya.

Puan juga mengingatkan agar pemuda mendengarkan kembali pesan Bung Karno, yakni agar mereka bekerja sebaik-baiknya.

Soekarwo Gubernur Jawa Timur mengajak pemuda agar mengamalkan nilai-nilai dalam konsep Trisakti seperti yang diajarkan Bung Karno.

Tiga hal yang terkandung di konsep Trisakti adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan.

Para pemuda Blitar, kata Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo, sudah menerapkan satu di antara nilai trisakti: mandiri di bidang ekonomi. Yakni dengan menjalankan usaha produksi telur.

Produksi telur di Jawa Timur, 40 persen dihasilkan di Blitar sedangkan 27 persen telur nasional berasal dari Jawa Timur.

Selain itu, nilai ekspor ikan koi dari Blitar sudah mencapai hampir Rp1 triliun rupiah ke beberapa negara seperti China, Jepang, dan Korea.

"Komoditas ikan koi ini dikerjakan oleh para pemuda karang taruna. Ini contoh pemuda melaksanakan kemandirian di bidang ekonomi," katanya.

Pakde Karwo bersyukur peserta kirab diterima langsung oleh pemerintah pusat diwakili, Menpora dan Menko PMK dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup (Menteri LHK).

"Semua yang hadir disini walaupun berbeda warna kulit tapi punya komitmen tentang Pancasila dan Indonesia," katanya.(den/bid/rst)
top