suarasurabaya.net

Foto Tatonya Tersebar di Media Sosial, Mantan Bos Yakuza Ditangkap di Thailand
Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 12 Januari 2018 | 18:02 WIB

Gambar tato yang memenuhi seluruh tubuh Shigeharu Shirai, mantan bos yakuza, beredar di internet dan juga dilihat polisi di Jepang. Foto: Reuters
suarasurabaya.net| Seorang `pensiunan yakuza` asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu, berhasil ditangkap di Thailand setelah foto tentang tato di seluruh tubuhnya beredar di media sosial.

Shigeharu Shirai, yang berusia 72 tahun, selama belasan tahun tinggal di sebuah kota kecil yang tenang, Lopburi, di sebelah utara ibu kota Bangkok.

Menikah dengan perempuan Thailand, dia sepertinya sudah tak banyak berbeda dibanding warga setempat dengan pergi ke pasar, main catur bersama mereka, dan memperlihatkan tatonya.

Tapi tato itu yang kemudian membuat dia jadi bisa dikenali lagi dan ditangkap, Rabu (10/1/2018) malam waktu Thailand.

Foto tubuhnya yang penuh dengan tato berwarna-warni itu disebar lewat internet dan terlihat oleh pihak berwenang di Jepang. Mereka juga melihat jari kelingking kirinya tidak ada lagi, yang merupakan ciri Shirai lainnya.

Maka polisi pun datang dan menangkap pria yang pernah menjadi salah seorang bos yakuza -atau kelompok mafia Jepang yang terkenal kejam dan berpengaruh- dengan tuduhan membunuh seorang musuhnya pada tahun 2003 lalu.

Diambil oleh warga setempat, foto tato di tubuh Shirai itu kemudian disebar sampai 10.000 kali lebih di internet sebelum terpantau oleh polisi Jepang.

"Tersangka mengakui bahwa dia dulu adalah pemimpin salah satu cabang yakuza, Kodokai," kata Jenderal Wirachai Songmetta, juru bicara Kepolisian Thaiand, seperti dikutip BBC dari kantor berita AFP.

Jenderal Songmetta menambahkan bahwa Kodokai berkaitan dengan salah satu kelompok yakuza terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi.

Shirai didakwa memasuki Thailand secara gelap dan dideportasi ke Jepang untuk menghadapi dakwaan pembunuhan.

Selama tinggal di Lopburi, dia tidak tampil secara mencolok -namun mungkin lupa dengan tatonya- dan menerima uang dua sampai tiga kali dalam setahun dari pria Jepang yang mendatanginya.

Polisi menambahkan walau tidak mengakui pembunuhan yang dituduhkan padanya, dia mengakui bahwa korban, bos dari kelompok saingannya, `suka mem-bully-nya`.

Tujuh anggota Kodokai dilaporkan sudah ditangkap dan diganjar hukuman penjara 12 hingga 17 tahun terkait pembunuhan tersebut.

Kepolisian Thailand mengatakan akan menyelidiki yang diduga anggota yakuza lainnya walau mereka tidak dicari oleh aparat keamanan Jepang, mengingat terdapat sekitar 70.000 warga Jepang yang tinggal di Thailand.(bbc/iss)

Teks Foto:
- Jari kelingking kiri yang hilang merupakan salah satu ciri Shirai.
Foto: AFP
top