suarasurabaya.net

Kemdikbud Gandeng TNI untuk Kembangkan Pendidikan Daerah 3T
Laporan Jose Asmanu | Selasa, 13 Maret 2018 | 18:56 WIB

Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan di acara Rakornis TMMD 2018 di Hotel Ciputra, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Muhadjir Effendy Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan, Kemendikbud mendorong sekolah untuk mengoptimalkan peran tripusat pendidikan.

Tripusat itu merupakan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam meluaskan akses dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Termasuk dengan TNI, karena personel TNI menjangkau seluruh daerah di Indonesia. "Saya harap kolaborasi ini dapat menjangkau aspek yang lebih luas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), mengingat tidak semua pihak dapat menjangkau daerah tersebut. Dengan kebutuhan itu dan keberadaan TNI, maka layanan pendidikan akan mudah diatasi," kata Muhadjir dalam Rakornis TMMD 2018 di Hotel Ciputra, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018).

Menteri Muhadjir memaparkan, berbagai keterlibatan TNI dalam dunia pendidikan bukan hal baru. Pasalnya, peran dan kesigapan prajurit TNI dalam suksesnya pelaksanaan pendidikan di berbagai daerah sudah terbukti, di antaranya anggota TNI yang mengajar di sekolah-sekolah daerah 3T; pengembalian ribuan anak putus sekolah ke sekolah yang merupakan kerja sama antara Pemda dan Babinsa di Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

"Juga ada anggota TNI yang membantu melancarkan akses bagi siswa ke sekolah dengan menggunakan perahu karet menyebrangi sungai di Kabupaten Aceh Barat karena jembatan yang biasa digunakan rusak akibat banjir," kata Mendikbud.

Banyak sekolah yang dibangun juga karena inisiatif dan kepedulian dari pihak TNI bekerja sama dengan Pemda di banyak daerah di Indonesia.

Bahkan ada program Srawung TNI kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua prajurit di lapangan, sehingga terjalin dan terbentuk jiwa patriot pada diri pelajar, karakter dan kemandirian bangsa.

Sementara terkait layanan pendidikan bagi anak usia sekolah yang tidak sekolah, dilaksanakan melalui program pendidikan kesetaraan dan keaksaraan. Juga diberikan kemudahan akses dan mendapat manfaat program Kartu Indonesia Pintar yang diberikan kepada 2,9 juta anak tidak sekolah yang terdaftar berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).

"Ada sekitar 4,1 juta anak tidak sekolah. Namun yang terjangkau dan terdata berdasarkan dapodik sebanyak 2,9 juta anak-anak usia sekolah yang putus sekolah di seluruh kota/kabupaten seluruh Indonesia," ungkap Muhadjir.

Kerja sama Kemendikbud dengan TNI ini telah berjalan sejak 2011.(jos/iss/ipg)
top