suarasurabaya.net

Forum Lintas Agama dan Etnis Gelar Pertemuan dengan Kepolisian di Polda Jatim
Laporan Anggi Widya Permani | Rabu, 16 Mei 2018 | 20:35 WIB

Forum Lintas Agama dan Etnis menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian di Polda Jatim, Rabu (16/5/2018). Foto: Anggi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Forum Lintas Agama dan Etnis menggelar pertemuan dengan pihak kepolisian di Polda Jatim, Rabu (16/5/2018). Dalam pertemuan itu, sejumlah tokoh agama ingin membicarakan soal pengamanan dan menghilangkan stigma negatif yang beredar di masyarakat, pasca ledakan bom yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo.

Pendeta Sudhi Dharma Ketua Umum Badan Musyawarah Antargereja (Bamag) Jatim mengatakan bahwa seluruh umat kristiani tidak perlu takut dan diharapkan tetap datang ke gereja untuk melaksanakan ibadah seperti biasanya. Pihaknya telah meminta bantuan kepada polisi dan pengurus gereja, untuk meningkatkan pengamanan.

"Kami imbau umat Kristiani untuk tetap datang ke gereja seperti biasa, tidak perlu takut. Kami akan meningkatkan pengamanannya," kata dia, saat menggelar konferensi pers di Polda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Dia juga memahami dengan trauma yang dirasakan para korban, pasca insiden ledakan di gereja. Namun, pihaknya akan terus berusaha menghilangkan kekhawatiran dan mengajak para umat kristiani untuk tetap beribadah.

Sementara itu, Ali Maschan Moesa Ketua Forum Lintas Agama Jatim mengatakan sudah saatnya lembaga pendidikan, mulai memerhatikan pelajaran agama berkesinambungan dengan negara. Selain itu, materi juga harus mengajarkan nilai-nilai kebangsaan yang berbasis pada toleransi antarumat beragama.

"Sangat penting kalau perguruan tinggi juga harus ada mata kuliah tentang agama dan negara, bagaimana hubungan antar umat beragama. Jangan pelajaran rukun iman terus yang dipelajari dari kecil sampai kuliah," katanya. (ang/dwi/rst)
top