suarasurabaya.net

Cak Imin: Kehadiran Wantimpres dalam Forum Amerika-Yahudi Kenekatan yang Patut Diapresiasi
Laporan Farid Kusuma | Rabu, 13 Juni 2018 | 16:56 WIB

Muhaimin Iskandar Wakil Ketua MPR RI menanggapi kontroversi kehadiran Kyai Haji Yahya Cholil Staquf Wantimpres dalam forum Komite Yahudi-Amerika, di sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Rabu (13/6/2018), di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Foto: Farid suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Muhaimin Iskandar Wakil Ketua MPR RI menghormati keputusan Kyai Haji Yahya Cholil Staquf Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), menghadiri konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem, 10-13 Juni 2018.

Menurut Cak Imin, kampanye Islam sebagai agama yang membawa kebaikan buat seluruh alam raya di hadapan Komunitas Yahudi-Amerika merupakan sebuah kenekatan Kyai Cholil yang patut diapresiasi.

"Saya melihat itu sebuah kenekatan, ikhtiar pribadi seorang Kyai Cholil Staquf melakukan kampanye Islam yang rahmatan lil alamin di Israel. Itu patut diapresiasi dan saya menghormati," ujarnya di sela Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Rabu (13/6/2018), di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Membela Palestina, lanjut Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), selama ini sudah dilakukan oleh Pemerintah dan Rakyat Indonesia dengan menggelar aksi unjuk rasa, dan menolak mengakui Israel sebagai negara.

"Sedangkan Kyai Cholil melakukan dengan caranya sendiri, dan itu patut diapresiasi. Tapi, itu bukan sikap resmi pemerintah dan organisasi (Nahdatlul Ulama)," imbuh Muhaimin Iskandar.

Mantan Menteri Ketenagakerjaan itu menilai, dalam jangka pendek aksi Yaqut bisa jadi merugikan Pemerintah Indonesia. Tapi, mungkin saja untuk jangka panjang hal itu berdampak positif bisa menyadarkan pihak Israel.

"Kyai Cholil niatnya baik untuk menghentikan perang Israel-Palestina dengan caranya sendiri. Dia tidak mencari popularitas," tegasnya.

Lebih lanjut, Cak Imin mendesak Pemerintah Indonesia yang kembali masuk sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), lebih gencar memperjuangkan kemerdekaan Palestina. (rid/dwi)
top