suarasurabaya.net

Peresmian Bank Sampah Simo Jawar, Risma Ajak Warga Mengelola Sampah
Laporan Denza Perdana | Minggu, 19 Agustus 2018 | 15:57 WIB

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya meresmikan Bank Sampah Simo Jawar, Minggu (19/8/2018). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net| Program Bank Sampah Simo Jawar yang berlokasi di Jalan Simo Jawar RW 10 Surabaya diresmikan Wali Kota Surabaya, Minggu (19/8/2018). Bank Sampai ini adalah sumbangsih mahasiswa Fakultas Teknik Mesin, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.

Eki Noviana Renti Dosen Fakultas Mesin ITATS mengatakan, program Bank Sampah Simo Jawar ini ide mahasiswanya yang peduli terhadap lingkungan. Bank Sampah Simo Jawar ini terwujud berkat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) hasil kerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRPM) Ristekdikti.

"Pengajuannya 2017 lalu. Mahasiswa kami itu memulainya dengan pematangan ide Bank Sampah, kemudian tahun selanjutnya setelah diajukan sudah mulai berjalan dan sustainable (keberlanjutan) sampai sekarang," kata Eki dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net.

Dia berharap, melalui program Bank Sampah ini perekonomian warga sekitar bisa lebih meningkat. Selain itu, warga bersama pemerintah bisa saling bersinergi mengelola sampah menjadi lebih bermanfaat. "Harapannya, juga untuk membantu programnya Bu Risma," ujarnya.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengatakan, program bank sampah Simo Jawar bukan merupakan yang pertama kalinya ada di Surabaya. Di wilayah lain sudah cukup banyak program bank sampah serupa dan rumah kompos yang sudah berjalan melibatkan partisipasi masyarakat Surabaya.

Tujuan dari Bank Sampah ini agar sampai tidak lagi menjadi barang yang tidak berguna, tapi justru bernilai ekonomis. Bahkan menurut Risma, ada warga yang memanfaatkan hasil dari bank sampah ini untuk berbagai hal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan rekreasi, liburan bersama keluarga.

"Jadi, ibu-ibu, di tempat lain di Surabaya, bank sampah itu sudah banyak yang berjalan dengan baik. Melalui bank sampah ini, ibu-ibu bisa menabung. Selama ini sampahnya, kan, dibuang, kalau sampah itu dipilah, bisa jadi uang," kata Risma.

Pemkot Surabaya, ujar Risma, terus berupaya menekan keberadaan sampah yang meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan bertambahnya warga pendatang. Saat ini, kata Risma, Pemkot Surabaya sudah memiliki beberapa program berjalan. Di antaranya kegiatan Green and Clean, Merdeka dari Sampah, Rumah Kompos, dan Bank Sampah.

"Panjenengan (Anda/masyarakat Surabaya,red) bisa nabung tidak hanya dengan uang. Panjenengan bisa nabung dengan sampah. Nanti dikumpulkan di bank sampah, ditimbang, dan bisa ditukar dengan uang," ujarnya.

Pemkot Surabaya saat ini juga sudah menerapkan teknologi waste to energy, baik skala kecil dengan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), hingga skala besar dengan metode sanitary landfill (teknologi gasifikasi pengolahan sampah menjadi energi listrik).

"Baru Kota Surabaya, di Indonesia ini, yang sampahnya sudah dimanfaatkan menjadi listrik. Karena itu, ayo mulai mengelolah sampah, jangan sampai sampah itu terbuang tidak ada gunanya," kata Risma di hadapan para ibu-ibu dan juga anak-anak.

Pada kesempatan yang sama, Risma yang baru-baru ini memberikan penghargaan kepada Supriadi pemain sepakbola nasional U-16, mengajak anak-anak turut peduli pada lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, serta meminta mereka agar giat belajar, walaupun dalam keterbatasan.

"Seperti Supriadi yang berasal dari keluarga kurang mampu, namun bisa sukses membanggakan keluarga bahkan Indonesia. Jadi kalau kalian mau belajar kalian bisa jadi apapun," kata Wali Kota yang beberapa waktu lalu menerima Anugerah Kategori Utama Kota Layak Anak (KLA).

Pada kesempatan peluncuran bank sampah itu, Risma mengajak anak-anak untuk berinteaksi. Beberapa anak diajak maju ke depan untuk bercerita. Risma lantas memberikan hadiah berupa buku untuk anak-anak yang berani maju ke depan.(den)
top