suarasurabaya.net

Dekan Fisip Unair: Prof. Glinka Beri Banyak Semaian yang Mewarnai Perkembangan Fisip
Laporan Agung Hari Baskoro | Jumat, 31 Agustus 2018 | 17:34 WIB

Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD., tokoh Antropologi Ragawi Indonesia sekaligus pendiri prodi Antropologi Fisip Unair. Foto: Unair
suarasurabaya.net| Meninggalnya Prof. Dr. Habil Josef Glinka, SVD. tokoh Antropologi Ragawi Indonesia sekaligus pendiri prodi Antropologi Fisip Unair, meninggalkan duka mendalam bagi civitas akademia Fisip Unair.

Falih Suaedi Dekan Fisip Unair mengatakan, Prof. Glinka memiliki banyak semaian yang mewarnai perkembangan Fisip, khususnya peminatan Antropologi ragawi yang menjadi ciri khas Antropologi Unair.

"Prof. Glinka juga telah memikirkan regenerasi dengan baik, karena paling tidak sudah ada 2 doktor dan 1 profesor di bidang Antropologi ragawi yang berhasil ditelurkannya," kata Falih.

Ini dikatakan Falih sebagai sebuah roadmap yang bagus untuk perkembangan Prodi Antropologi ke depan. Falih menambahkan, kehadiran Antropologi Ragawi dalam Prodi Antropologi Unair merupakan warisan terbesar yang pernah diberikan oleh Prof. Glinka.

Salah satu ekspresi yang mengabadikan kontribusi Prof. Glinka adalah dibangunnya Museum Etnografi. Museum yang dibangun pada masa kepemimpinan falih ini, merupakan salah satu bentuk pengukuhan pemikiran-pemikiran Prof. Glinka.

Selain itu, Falih juga sudah menyiapkan tempat untuk buku-buku prof. Glinka yang pada surat wasiatnya akan disumbangkan ke Universitas Airlangga.

Falih mengatakan, dekanat memiliki tanggung jawab untuk menjaga buku-buku Prof. Glinka ketika nanti akan disumbangkan. Ia rencananya akan menyimpan buku-buku tersebut di ruang baca Fisip yang juga difungsikan sebagai laboratorium mahasiswa Ilmu Informasi Perpustakaan Fisip Unair.

"Sumbangan tersebut adalah bukti bahwa Prof Glinka, bahkan ketika sudah meninggal, masih memberikan semaian-semaian ilmu bagi Fisip Unair," kata Falih.

Falih juga berbicara tentang kemungkinan adanya ruangan yang dinamai dengan nama pendiri Antropologi Unair ini. Sebelumnya, Fisip Unair telah memiliki dua ruangan dengan nama Adi Sukadana yang juga pendiri Antropologi Unair dan Soetandyo yang merupakan pendiri Fisip Unair.

Menurutnya, ini akan dibicarakan dengan badan pertimbangan fakultas dan dekanat. Kemungkinan ini muncul karena Prof. Glinka merupakan peletak kajian Antropologi Ragawi yang pemikirannya sangat penting sehingga layak diabadikan menjadi nama ruangan. (bas/ipg)

B E R I T A    T E R K A I T
  • Prof. Glinka, Pendidik Jempolan dan Pendiri Antropologi Unair Telah Berpulang
  • top