suarasurabaya.net

Jatim dan Malaysia Jajaki Kerja Sama Pendidikan
Laporan Denza Perdana | Rabu, 12 September 2018 | 19:13 WIB

Jumadi Pj. Sekdaprov Jatim berbincang soal kerja sama dengan Prof Madya Dr. Mior Menteri Penasehat Pendidikan Malaysia di ruang kerjanya di Kantor Pemprov Jatim, Rabu (12/9/2018). Foto: Humas Pemprov Jatim
suarasurabaya.net| Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjajaki kerja sama di bidang pendidikan dengan Pemerintah Malaysia, terutama dalam hal pertukaran pelajar, transfer ilmu, dan beasiswa perguruan tinggi.

Rabu (12/9/2018) ini, Prof. Madya Dr. Mior Harris bin Mior Harun Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia berkunjung ke Kantor Pemprov Jatim di Jalan Pahlawan.

Jumadi Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Jatim menerima kunjungan ini di ruang kerjanya di Kantor Pemprov Jatim. Mereka membicarakan sejumlah hal terkait kerja sama itu.

Jumadi mengatakan, Pemprov Jatim menyambut baik kerja sama ini dan segera melakukan pertemuan internal bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam waktu dekat.

Detail poin-poin kerja sama ini akan dibicarakan lebih lanjut dengan OPD terkait, harapannya supaya kerja sama ini bisa meningkatkan kualitas pendidikan antarkedua pemerintah.

Pemprov Jatim dalam waktu dekat juga akan segera membuatkan payung hukum serta nota kesepahaman untuk kerja sama pendidikan ini.

Jumadi mengatakan, payung hukum ini akan dikerjakan oleh beberapa OPD. Di antaranya Biro Humas dan Protokol, Biro Kesejahteraan Sosial, Dinas Pendidikan, serta Badan Penanaman Modal.

"Setelah ini kami langsung menindaklanjuti, baik konsepnya, mekanismenya, dan lainnya. Kita detailkan," katanya.

Pemprov Jatim berharap, kerja sama ini tidak hanya berhenti di tingkat university to university, tapi juga bisa meningkat jadi sister city, sister province, seperti Jatim dengan Provinsi Osaka Jepang, Provinsi Tianjin Republik Rakyat Tiongkok, dan lainnya.

"Peluang ini sangat bagus karena banyak SDM kita, termasuk pelajar kita melanjutkan studi di Malaysia, begitu pula sebaliknya," katanya.

Sementara, Mior Harris bin Mior Harun Menteri Penasihat Pendidikan Kedutaan Besar Malaysia mengatakan, tujuan salah satu fokus kerja sama pendidikan ini adalah pertukaran pelajar dan beasiswa kuliah antarperguruan tinggi.

"Saya ingin fokus ke universitas negeri, karena universitas negeri kami biayanya sangat terjangkau, dan disubsidi oleh kerajaan. Selama ini yang gencar promosi dan banyak peminatnya universitas swasta, padahal universitas negeri kami juga tidak kalah bagus, tertinggi ada di posisi 87 Top 100 University in the world," ujarnya.

Sebelum mengunjungi Jatim, pria yang menjadi Pengarah Education Malaysia Indonesia ini, pihaknya telah mengunjungi Provinsi Jabar dengan tujuan serupa.

"Ini bagian dari tujuan besar kami, yakni setiap negara anggota ASEAN menjalin kerjasama pendidikan dengan negara ASEAN lainnya, sebelum dengan negara lain selain ASEAN," katanya.(den/dwi)
top