suarasurabaya.net

Ketua MPR: Tantangan Pemuda Ke Depan Makin Berat, Jangan Mudah Mengeluh
Laporan Muchlis Fadjarudin | Rabu, 12 September 2018 | 20:57 WIB

Zulkifli Hasan Ketua MPR RI saat menerima audiensi 22 orang pimpinan ormas kepemudaan di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Jakarta, Rabu (12/9/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Zulkifli Hasan Ketua MPR RI mengingatkan kalau di masa depan, tantangan dan persaingan yang dihadapi para pemuda akan semakin berat. Karena itu, setiap pemuda harus mempersiapkan dirinya dengan baik, mau bekerja keras dan tidak gampang mengeluh. Terus belajar, gemar membaca, dan menguasai ilmu pengetahuan.‎

Selain itu, Ketua MPR berharap, para pemuda selalu menghindari keributan, tidak terlibat dalam pembahasan persoalan yang tidak perlu dan jangan suka berkelahi. Daripada membuang waktu percuma, lebih baik dipakai untuk belajar, dan mencari peluang usaha agar bisa mandiri.

"Tidak bisa dibayangkan, kalau ada seorang pemuda yang lulus kuliah, sedang gagah-gagahnya, ternyata malah jadi pengangguran. Bagaimana dia akan berguna bagi lingkungannya, kalau mengurus dirinya sendiri pun tidak bisa," kata Ketua MPR di hadapan pimpinan Ormas Kepemudaan.

Pernyataan itu disampaikan Zulkifli Hasan Ketua MPR RI saat menerima audiensi 22 orang pimpinan ormas kepemudaan, yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Pemuda Indonesia. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III Komplek Parlemen Jakarta, Rabu (12/9/2018).

Ke 22 ormas kepemudaan yang datang menemui Ketua MPR, itu mengharap dukungan kepada Zulkifli Hasan terkait rencana pelaksanaan Silaturrahmi Nasional (silatnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia pada 22-23 September yang akan datang. Delegasi ormas kepemudaan, itu dipimpin Khaerul Razak Ketua steering Commitee Silatnas.

Sayangnya, menurut Ketua MPR, tugas berat tengah menghadang para pemuda Indonesia. Pasalnya, sesuai data yang dikeluarkan world bank dikatakan bahwa pemuda Indonesia yang menjadi pengangguran sangatlah tinggi. Lebih tinggi dibanding Malaysia, Thailand hingga Vietnam, mencapai lebih dari 21 persen. Kondisi itu makin parah karena penguasaan science dikalangan pemuda menempati urutan ke 62 dunia. Jauh dibawah Singapura, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, dan Tiongkok.(faz/dwi/rst)
top