suarasurabaya.net

Board Game Roast! Kupas Cita Rasa Kopi Indonesia
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 14 September 2018 | 16:43 WIB

Kevin Christianto (baju kotak-kotak) saat mempraktikkan board game Roast!. Foto: Humas Ubaya
suarasurabaya.net| Kevin Christianto Mahasiswa Program Kekhususan Multimedia Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Surabaya (Ubaya) membuat Roast!, sebuah board game mengenal cita rasa Kopi Indonesia.

Kopi Indonesia, berdasarkan catatan beberapa buku memiliki sekurangnya 50 jenis Kopi, dan itu dimunculkan pad aboard game yang dibuat oleh Kevin Christianto, dalam rangka menuntaskan tugasnya sebagai mahasiswa strata satu.

Menurut Kevin masih banyak masyarakat yang belum mengenal berbagai cita rasa Kopi yang ada di Indonesia. Di Jawa saja, beragam jenis Kopi bisa ditemukan, dan board game ini mengajak masyarakat mengenali Kopi. Khususnya Kopi Indonesia.

"Masih banyak masyarakat yang belum mengenali cita rasa Kopi Indonesia. Untuk pulau Jawa saja, Kopi yang ada berbeda-beda rasanya. Dan ternyata Kopi memang mempunyai cita rasa yang berbeda-beda. Ini yang menginspirasi lahirnya Roast!" terang Kevin.

Roast! dipilih sebagai nama board game karena merupakan bagian atau proses penting pembuatan Kopi.

Roast adalah proses menyangrai Kopi untuk mengeluarkan kandungan air dalam Kopi, mengeringkan dan mengembangkan biji Kopi itu sendiri.

Dan pada proses roasting inilah yang menentukan aroma Kopi yang akan dihasilkan oleh Kopi tersebut.

Dalam board game Roast!, tersedia papan flavor demand, papan flavor bar (nut, spice, sweet, earthy, fruity, chocolate), kartu biji kopi hijau (green beans card), kartu aksi dan kartu wilayah.

Terdapat 6 wilayah penghasil kopi Indonesia yang diangkat yaitu, Jawa, Sulawesi, Bali, Flores, Sumatera dan Papua. Satu kali putaran membutuhan 30 menit sampai 45 menit dan melibatkan 2 ornag hingga 4 orang pemain.

Dibagian awal setiap pemain mendapatkan lima kartu aksi. Dua kartu aksi utama yaitu kartu Roast dan advanced Roast.

Kartu roast berfungsi untuk mendapatkan nilai yang tertera di kartu biji Kopi. Jika tertera 5 poin pada kartu biji Kopi, pemain harus mendapatan minimal 5 saat melempar dadu untuk dikatakan berhasil. Jika dadu kurang dari 5, maka pemain tidak akan mendapatkan poin.

Pada setiap kartu biji Kopi tertera infromasi jenis dan daerah asal Kopi. Cita rasa Kopi juga dicantumkan seperti Kopi Sumatra Sidikalang yang rasanya manis seperti buah-buahan, mirip seperti dark chocolate dan rasanya ringan.

Kevin berharap melalui board game Roast! karyanya dapat meningkatkan rasa ingin tahu bagaimana cita rasa Kopi Indonesia yang sesungguhnya, meskipun pada board game karyanya sudha disebutkan.

"Semoga masyarakat atau siapapun yang ingin mengetahui cita rasa Kopi Indonesia berkeinginan mencoba dan mencicipinya, meskipun pada board game Roast! sudah disebutkan. Dengan harapan masyarakat jadi memahami cita rasa Kopi yang emang beragam," tambah Kevin angkatan 2014.

Sementara itu disampaikan Melissa Angga, S.T., M.M.Comp., Kepala Program Studi Multimedia Ubaya, bahwa karya Kevin mencoba mengaitkan tugas akhir yang dibuatnya dengan hobinya mencicipi Kopi.

"Pembahasan pada tugas akhir Kevin ini cukup mendalam karena Kevin memadukan tugas akhir dengan hobinya mencicipi Kopi. Diharapkan akan ada penelitian lainnya yang mengangkat kearifan lokal Indonesia seperti Kopi ini," tegas Melissa.

Sekadar catatan, Kevin adalah satu dari sekitar 1.053 mahasiswa yang dijadwalkan mengikuti Wisuda Periode II Universitas Surabaya Tahun Akademik 2017 - 2018, Sabtu (15/9/2018) yang dipimpin Prof. Ir. Joniarto Parung, MMBAT, Ph.D., Rektor Ubaya di Kampus Ubaya Tenggilis Jl.Raya Kalirungkut, Surabaya.(tok/ipg)
top