suarasurabaya.net

Keluarga Korban Desak PT. Sunindo Lanjutkan Pencarian 6 Korban Kapal Tenggelam
Laporan Agustina Suminar | Kamis, 06 Desember 2018 | 16:57 WIB

Ilustrasi kapal tenggelam. Grafis: suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Setelah dihentikan pada 30 November 2018 atau 7 hari setelah tenggelam, keluarga korban tenggelamnya Kapal Motor (KM) Multi Prima 1 meminta SAR membuka kembali pencarian hingga 3 Desember 2018. Namun setelah 3 hari pencarian mesih belum membawakan hasil.

Berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net, Kamis (6/12/2018), Tahir Saleh anak korban kapal tenggelam mengungkapkan pihak pemilik kapal PT Sunindo Transnusa Sejahtera sejak 22 November tidak bersedia membantu kelanjutan pencarian 6 korban yang masih hilang.

Pasa 4 Desember, pihak keluarga menemui pihak PT Sunindo menuntut kelanjutan pencarian. Hal ini setelah ditemukannya salah satu anak buah kapal (ABK), yakni Nahum Naibahas di utara titik tenggelamnya kapal.

"Info dari Kepala SAR Mataram, pemilik kapal tak berkoordinasi dengan SAR. Setelah didesak pihak keluarga, baru mereka (Sunindo) kirim surat ke SAR. Sedangkan saat kami hubungi kembali, mereka tidak merespon," kata Tahir.

Menanggapi hal tersebut, pihak keluarga berencana kembali ke kantor Sunindo dan melaporkan hal ini kepada instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Indonesia National Shipowners Association (INSA) sebagai asosiasi pelayaran.

"Satu lagi korban hilang atas nama Sutrisno, sampai kini belum ada info, bisa jadi keluarga di Sragen tak tahu pak Sutrisno menghilang. Kami minta tolong keluarga Pak Sutrisno dikontak di Sragen, tapi tak direspons pemilik kapal," kata Tahir.

Sebelumnya, istri Nakhoda KM Multi Prima 1, Florentina Waton juga meminta perpanjangan pencarian 6 korban lain sampai diketemukan. Menurutnya, ada kemungkinan korban-korban lain, termasuk suaminya, Kapten Tarsisius Dusi Atulolong (38) terdampar di suatu pulau.

KM Multi Prima 1 tenggelam di perairan Sumbawa pada Kamis malam 22 November 2018 dan SAR baru menerima informasi pada Sabtu 24 November. Hingga kini ada 6 kru yang hilang dan bagian 14 orang yang berada di kapal yang mengangkut bahan bangunan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Waingapu, NTT ini. Adapun yang masih hilang yakni Pande (67), Syamsul Syahdan (38), Tarsisius D Atulolong (35), Sutrisno (57), Sonny Kansil, (41), dan Philipus Kopong (43). (dim/rst)
top