suarasurabaya.net

Apresiasi Musik, Parade Musik Hadirkan Berbagai Karya
Laporan J. Totok Sumarno | Jumat, 07 Desember 2018 | 14:50 WIB

Sebuah pementasan musik. Foto: Balairung press
suarasurabaya.net| Dihelat di gedung Cak Durasim kompleks Taman Budaya Jawa Timur (TBJ) Jl. Gentengkali, Surabaya, Jumat (7/12/2018) malam, pentas Parade Musik merupakan apresiasi pada musik, seniman serta karya-karya terbarunya.

Kegiatan Parade Musik dijadwalkan digelar mulai Jumat (7/12/2018) dan Sabtu (8/12/2018) dengan sejumlah penampil seniman musik yang berasal dari beberapa kota di Jawa Timur.

"Ada beberapa seniman musik di ranah kontemporer dan tradisional yang kita hadirkan untuk menampilkan karya-karyanya. Pagelaran ini sekaligus ruang apresiasi dan diskusi bagi para seniman dan masyarakat," terang Sukatno Kepala UPT Taman Budaya Jawa Timur, Jumat (7/12/2018).

Dijadwalkan pada Jumat (7/12/2018) tampil, group Djomblo Ensamble menampilkan karya berjudul: Dedes, dengan komposer: Noerman Rizky Alfarozi S.Psi, group Mega Musik dengan komposer Nurul Huda S.Sn menampilkan komposisi berjudul: Gurnita.

Group Sanggar Seni Pendapa Blitar dengan komposer Drs. Sudarwiyanto menampilkan karya berjudul: Ilir-ilir. Dan group Chandra Satwika dengan komposer Adlin Mustika Alam S.Sn menyajikan komposisi bertajuk: Suluk Tangkub.

Di hari kedua, Sabtu (8/12/2018) dijadwalkan tampil, group Kumara Etnic Ansamble bersama komposer Muchamad Maskur S.Sn menampilkan komposisi: Kumarajana. Komposer Lintang Asmoro Adji komposer group Kuda Manggala menghadirkan karya komposisi: Kidung Turangga.

Group Gangsa Moresco dengan karya berjudul: Nglaras Lelakon dibawah komposer: David Ananias Widariyono S.Sn, dan sebagai penutup tampil group Kemlaka Sound of Archipelago bersama komposer Dwi Priyo Sumarto S.Sn, menampilkan: Laku Tetabuh.

Untuk bisa hadir dan menikmati komposisi-komposisi tersebut, Sukatno mengundang para pecinta musik hadir di gedung Cak Durasim. "Untuk seluruh pertunjukan musik pada Parade Musik ini masyarakat bisa langsung hadir tanpa dipungut biaya," pungkas Sukatno.(tok/iss)
top