suarasurabaya.net

Warga Mojokerto Diimbau Perhatikan Peta Bencana dan Warna Air Sungai
Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 19 Januari 2019 | 10:04 WIB

Kondisi runah warga yang terdampak longsor di Mojokerto, Jumat (18/1/2019) malam. Foto: Fuad via Redaksi suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Warga Kabupaten Mojokerto diimbau untuk selalu tetap waspada jika ada banjir susulan, setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah tersebut pada Jumat (18/1/2019) malam.

Muhammad Zaini Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengimbau, agar warga memperhatikan warna air sumur dan sungai jika berubah menjadi kecoklatan.

"Kalau warna air di sumur dan sungai sudah menjadi cokelat, harus berhat-hati. Yang paling banyak ya tempo hari," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (19/1/2019).

Selain itu, warga dapat mengunduh aplikasi SIMONA (Sistem Informasi Mojokerto Bencana) di andoid, untuk bisa memantau kondisi hujan setiap desa di seluruh wilayah kabupaten Mojokerto.

"Program SIMONA bisa diakses lewat android, hari ini hujan dimana, kepadatannya, dan lain-lain. Kita adakan pencegahan dini kalau early warning tidak berfungsi. Kita prinsipnya, masyarakat ditunjukkan bencana ancamanannya apa, update peta bencana sudah disusun, simulasi disusun, terakhir berdoa," kata Zaini.

Ia juga menyarankan jika banjir bandang terjadi, warga dapat mengungsi secara mandiri di sanak keluarga yang wilayahnya tidak terdampak banjir. Meskipun begitu, pihaknya mengaku akan tetap memantau kebutuhan dasar yang diperlukan.

Zaini mengungkapkan, banjir yang terjadi di Mojokerto kemarin malam merupakan dampak dari kebakaran masif di Mojokerto yang terjadi saat kemarau panjang beberapa saat yang lalu. Sehingga, tidak ada penguat tanah dan struktur tanahnya menjadi gembur. Kondisi ini membuat tanah menjadi mudah longsor dan terbawa air jika hujan deras tiba.(tin/ipg)
top