suarasurabaya.net

KMNU Nasional: Kita Tidak Ikut-Ikut Politik Praktis
Laporan Agung Hari Baskoro | Sabtu, 19 Januari 2019 | 12:36 WIB

Arif Abdurrohim Presidium Nasional (Presnas) 1 KMNU Nasional. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) menyatakan tidak akan terlibat politik praktis di Tahun Politik 2019. Arif Abdurrohim Presidium Nasional (Presnas) 1 KMNU Nasional mengatakan, dalam Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO) dan Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), KMNU Nasional murni merupakan organisasi sosial keagamaan.

KMNU membebaskan anggotanya memilih calon presiden sesuai pilihan masing-masing. Ia hanya menekankan, agar anggota KMNU tidak ikut-ikut dalam menyebarkan berita tidak benar (hoax) dan secara aktif mencari tahu kapasitas masing-masing calon presiden.

Ia mengaku, selama proses pemilu berlangsung, ajakan-ajakan agar KMNU ikut berpolitik praktis memang ada.

"Selama ini memang beberapa kali ada (ajakan berpolitik praktis, red). Bukan lewat saya saja, tapi temen-temen lain juga. KMNU PT (perguruan tinggi, red) juga ada," ujarnya.

Meski begitu, ia menegaskan tidak ada instruksi untuk mendukung salah satu calon secara keorganisasian. Namun, ia membebaskan anggota KMNU secara personal mendukung bahkan menjadi tim sukses salah satu calon, asal tidak membawa nama KMNU.

Ia juga menjelaskan, pemilihan model struktur Lima Presidium Nasional (tanpa Ketua Umum) juga menjadi strategi KMNU untuk menghindarkan organisasi ini dari perpolitikan praktis.

"Kalau misal Ketua Umum, dipegang Ketua Umum semua ikut. Kalau misal Presnas, kita sebisa mungkin musyawarah agar tidak mengalir ke satu pilihan politik," pungkasnya. (bas/tin/ipg)
top