suarasurabaya.net

Bencana Alam Terjang Delapan Kecamatan di Kabupaten Mojokerto
Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 19 Januari 2019 | 15:44 WIB

Alat berat dikerahkan untuk membersihkan material. Foto: Fuad Maja FM.
suarasurabaya.net| Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto dengan durasi lama pada Jumat (18/1/2019) malam, mengakibatkan delapan kecamatan di Kabupaten Mojokerto dilanda bencana alam. Mulai dari banjir, tanah longsor, hingga banjir bandang.

Dari data yang di dapat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto serta data yang berhasil di himpun dari Relawan LPBNU, tercatat di kabupaten Mojokerto terdapat delapan kecamatan yang terimbas. Diantaranya, Kecamatan Ngoro, Kecamatan Pungging, Kecamatan Bangsal, Kecamatan Kutorejo, Kecamatan Gondang, Kecamatan Pacet, Kecamatan Trawas, dan Kecamatan Mojoanyar.

Banjir bandang melanda Kecamatan Kutorejo, tepatnya di Desa Kertosari, Desa Jiyu dan Desa Gedangan. Banjir menghanyutkan dua warung, lima rumah, serta lima sepeda motor, serta merusak berbagai bangunan lainnya.

Tanah longsor terjadi di tiga kecamatan, Salah satunya di Dusun Balaikambang, Desa Seloliman, Trawas. Material longsor berupa lumpur, bebatuan dan kayu menutup jalan antar dusun sepanjang 100 meter. Longsor di sertai bebatuan merusak 2 kandang ternak dan 2 tiang listrik.

Tanah longsor juga terjadi di kecamatan Ngoro yang mengakibatkan satu rumah warga rusak parah, kandang kambing dan sebuah truk tertimbun material. Serta di Pacet, area persawahan longsor menerjang permukiman penduduk yang jaraknya sekitar 200 meter di bawahnya. Hal ini mengakibatkan tiga rumah rusak dan seorang warga cidera.

Untuk banjir, terjadi di kecamatan Ngoro. Air menggenang di Desa Jasem dan Purwojati, Kecamatan Pungging berada di Desa Tunggalpager, Kecamatan Bangsal berada di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar berada di Desa Sadartengah, serta di Kecamatan Gondang berada di Desa Kalikatir lima rumah terendam disertai lumpur.

Muhammad Zaini, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto, memastikan tidak ada korban jiwa dalam semua kejadian ini.

"Tidak ada korban jiwa, kami sudah datangkan alat berat untuk pembersihan longsor maupun banjir bandang di Kecamatan Ngoro, Trawas dan juga Kutorejo," kata Kepala BPBD Mojokerto Moch Zaini kepada Fuad dari Maja FM, Sabtu (19/1/2019).

Zaini juga menyebutkan, jika penyebab utama banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang beberapa wilayah di Kabupaten Mojokerto, Jumat (18/1/2019) malam karena hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut secara terus menerus.

"Selama tiga hari penuh, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur wilayah atas, di tambah gunung penanggungan gundul akibat terbakar pada saat musim kemarau panjang pada bulan yang lalu," ungkapnya. (wil)
top