suarasurabaya.net

Tim Boling Indonesia Bawa Pulang Medali Pertama di Kejuaraan Dunia
Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 04 Desember 2018 | 07:32 WIB

Hardy Rachmadian (kiri), Ryan Leonard Lalisang (tengah), dan Billy Muhammad Islam (kanan)Tim trio boling putra Indonesia yang berhasil menyabet medali perak pada Kejuaraan Dunia Putra 2018 yang berlangsung di Hong Kong. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Tim boling Indonesia menyabet medali perak pada nomor trio dalam Kejuaraan Dunia Boling Putra 2018 yang berlangsung di Hong Kong, pada 24 November - 5 Desember.

"Ini adalah medali pertama Indonesia dalam tiga kali mengikuti Kejuaraan Dunia Putra Bowling atau dalam 10 tahun terakhir keikutsertaan kita," kata pelatih tim boling Indonesia Thomas Tan ketika dihubungi Antara di Jakarta, Senin (3/12) malam.

Tim trio putra yang menyabet medali perak Kejuaraan Dunia Putra 2018 itu terdiri dari Hardy Rachmadian, Ryan Leonard Lalisang, dan Billy Muhammad Islam.

Thomas yang menemani enam atletnya di Hong Kong mengatakan tim putra Indonesia turun pada lima nomor perlombaan bowling dua tahunan itu. Lima nomor itu adalah nomor perorangan, nomor dobel, nomor trio, nomor team lima, dan nomor master.

"Sebenarnya, kami mengikuti kejuaraan ini hanya untuk meninjau posisi kami di antara negara-negara yang akan turun dalam SEA Games 2019. Pencapaian kami dalam kejuaraan dunia ini selalu di luar 15 besar. Maka, kami mematok posisi 10 besar sebelum mengikuti kejuaraan pada 2018," katanya.

Thomas mengatakan tim trio Indonesia meraih perak setelah menang atas tim Swedia pada laga semifnal. Pada laga final, tim Merah-Putih kalah dari tim putra AS.

"Kunci kemenangan tim kami yaitu pada permainan yang stabil pada gim pertama hingga keenam," kata Thomas tentang kejuaraan yang diikuti total 230 peserta dari berbagai negara itu.

Arti penting perolehan medali kejuaraan dunia putra itu bagi Indonesia, menurut Thomas, adalah peluang tim Garuda untuk meraih dua medali emas pada SEA Games 2019 yaitu pada nomor trio putra dan tim lima putra.

"Tim-tim negara lain Asia Tenggara, seperti Singapura, mengirim semua atlet terbaik mereka. Mereka kekuatan penuh dengan tim inti yang meskipun belum tentu turun dalam SEA Games. Tapi, kami sudah mendapatkan gambaran persaingan nanti," katanya.

Tim putra Indonesia masih akan melanjutkan perjuangan mereka, Selasa, pada nomor master menyusul Ryan Lalisang dan Hardy Rachmadian yang lolos sebagai pemain 24 terbaik pada kejuaraan itu. (ant/nin)
top