suarasurabaya.net

‎DPR Sarankan Jokowi Jalin Komunikasi dengan Pemimpin Dunia Demi Palestina Berdaulat
Laporan Muchlis Fadjarudin | Kamis, 07 Desember 2017 | 13:18 WIB

suarasurabaya.net| Abdul Kharis Almasyhari Ketua Komisi 1 DPR RI mengaku terus berkomunikasi dengan Retno Marsudi Menteri Luar Negeri RI, terkait dengan Amerika Serikat (AS) yang sekarang baru dalam tahap rencana mempertimbangkan untuk mengakui Yerusalem/ Al Aqsha sebagai Ibukota Israel.

"Saran saya opsi ini sebaiknya ditutup rapat-rapat oleh AS, sebab hanya akan melahirkan konflik sangat besar skala dunia yang akan merugikan semua pihak," ujar Kharis dalam pesan singkat, Kamis (7/12/2017).

Kharis menjelaskan apabila ini benar terjadi maka akan menjadi kemunduran luar biasa bagi upaya kemerdekaan Palestina.

"Indonesia, dalam prinsipnya sebagaimana Bung Karno pernah sampaikan, kita akan terus berdiri menantang penjajahan Israel sampai berdiri negara Palestina yang merdeka berdaulat penuh dan mampu dimiliki rakyatnya," tegas dia.

Kharis mengingatkan bahwa perkembangan ini jelas juga bertentangan dengan kesepakatan internasional, resolusi PBB dan fakta sejarah.

"Langkah seperti itu akan merusak semua upaya perdamaian dan memicu ketegangan dan konflik baru. Indonesia harus berkomunikasi dengan pemerintah AS untuk menghindari kesalahan ini dan menghormati semua resolusi yang dicapai," ujar Kharis.

Dia juga meminta agar pemerintah Jokowi memberikan masukan kepada AS agar tetap mempertahankan status quo Yerusalem dan Haram al-Sharif sebagai milik bersama secara internasional karena sangat penting bagi semua pihak, keberlangsungan perdamaian bagi anak segala bangsa.

"Presiden Jokowi dapat memanfaatkan kedekatannya dengan banyak pemimpin dunia. Segera melakukan komunikasi via telepon dengan Presiden Mahmud Abbas dan pemimpin negara lainnya menegaskan pentingnya pembentukan sebuah negara Palestina yang berdaulat dengan Yerusalem timur sebagai ibukotanya dan pelestarian status Yerusalem dan Haram al-Sharif untuk perdamaian dan keamanan," ujar Kharis.(faz/ipg)
top