suarasurabaya.net

Ketua PKS Minta Polisi Ungkap Aktor Utama Kekerasan pada Pemuka Agama
Laporan Muchlis Fadjarudin | Selasa, 13 Februari 2018 | 17:12 WIB

Jazuli Juwaini Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Pembunuhan dan penganiayaan terhadap tokoh agama, apalagi di tempat ibadah sedang marak akhir-akhir ini. Ada ustadz dan kyai yang dianiaya sampai meninggal dunia, cacat, dan tiba tiba ada juga tokoh agama Kristiani di gereja diserang. Artinya, ada upaya-upaya pembunuhan.

Demikian disampaikan Jazuli Juwaini Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

"Saya melihat ini harus diwaspadai. Apakah betul-betul ada kejahatan atau ada skenario," ujar Jazuli.

Untuk itu, Jazuli meminta kepada aparat penegak hukum harus melihat bukan saja orang yang angkat-angkat pedangnya atau orang yang dibilang gila atau pura-pura gila, tetapi harus diungkap transparan siapa aktor utamanya.‎

Menurut Jazuli, para pelaku harus dibawa ke pakar kejiwaan, karena peristiwa ini sangat aneh.

"Harus dibawa ke dokter yang betul-betul pakar kejiwaan. Orangnya gila apa nggak? kalau dibilang gila, kenapa semua yang dihajar itu tokoh agama? Kok pintar banget orang gila ini pilih kyai atau ustadz, kenapa bukan yang lain. Ini gila beneran atau pura pura gila?" kata Jazuli bertanya-tanya.

Dia menegaskan, kalau dibiarkan akan menyulut konflik horisontal karena akan muncul dugaan -dugaan dan kecurigaan-kecurigaan antara sesama pemeluk keyakinan.

"Jangan-jangan ini disuruh sama ini, jangan-jangan yang ini disuruh sama si itu. Karena itu kami berharap Inteljen juga bergerak. BIN kemudian kepolisian harus mengungkap secara obyektif ," kata dia.

Jazuli menilai bagus karena polisi sudah menurunkan Densus 88 setelah kejadian penganiayaan seorang Pastor di Yogya. Tetapi Densus juga jangan diskriminasi.

"Bagus kalau Densus sudah diterjunkan di situ. Tapi Densus juga harus meneliti yang bunuh ustadz-ustadz ini, jangan diperlakukan berbeda. Giliran gereja Densus turun, giliran kyai babak belur sampai mati Densus tidak kelihatan. kalau mau pakai Densus ya Densus semuanya," jelasnya.

Yang penting, kata dia, semua terungkap dan rakyat jangan sampai adu domba oleh isu-isu yang provokatif.(faz/iss/ipg)

top