suarasurabaya.net

Prabowo Paparkan Masalah Bangsa di Hadapan Ribuan Pengurus LDII
Laporan Zumrotul Abidin | Kamis, 11 Oktober 2018 | 20:34 WIB

Prabowo Subianto. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net| KH Abdullah Syam Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengapresiasi kehadiran Prabowo Subianto Calon Presiden nomer urut 02, dalam rapat kerja nasional (Rakernas) LDII tahun 2018 di Pondok Pesantren (Ponpes) Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Dalam pidatonya, KH Abdullah Syam menjelaskan bahwa pada rakernas kali ini dihadiri oleh 1500 pengurus LDII dari seluruh Indonesia. Tak hanya itu, perwakilan pengurus LDII dari negara-negara sahabat juga tampak hadir, seperti dari Republik Demokratik Kongo dan juga dari Australia. Karena itu, KH Abdullah Syam juga meminta kesediaan Prabowo untuk menyampaikan isu-isu strategis yang dihadapi bangsa saat ini.

"Rakernas LDII 2018 ini dihadiri oleh 1500 pengurus LDII seluruh Indonesia. Dan ada juga dari Kongo dan ada juga pengurus dari Australia. Pada kesempatan kali ini pengurus LDII siap mendengarkan pandangan bapak tentang tantangan permasalahan bangsa kedepan dan untuk memperluas wawasan para peserta rakernas dan untuk menjadi bekal di daerahnya masing-masing," kata KH Abdullah Syam dalam Rakernas LDII 2018 di Ponpes Minhajurrosyidin, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Usai memberikan pidatonya, KH Abdullah Syam langsung mempersilahkan Prabowo untuk memberikan pembekalannya kepada ribuan peserta Rakernas LDII 2018. Prabowo yang mengenakan kemeja putih berpeci hitam itu mengaku terkejut dan bangga atas sambutan yang diberikan kepadanya.

"Saya atas nama pribadi, dan atas nama rombongan saya, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, atas kehormatan yang demikian besar yang diberikan ke saya. Saya diundang hari ini di Rakernas saudara-saudara sekalian. Terima kasih atas undangan ini terima kasih. Terima kasih atas sambutan yang sedemikian baik demikian hangat yang diberikan ke saya," tutur Prabowo.

Sebelum melanjutkan pidatonya, Prabowo melontarkan pertanyaan kepada para ribuan peserta Rakernas LDII, apakah dirinya akan menyampaikan pidato yang baik-baik saja mengenai permasalahan bangsa yang ia ketahui, atau terbuka apa adanya. Sontak saja para ribuan peserta Rakernas meminta Prabowo untuk menyampaikan apa adanya.

"Saya sekarang ingin bertanya kepada panitia saya bicara apa adanya atau yang bagus bagus saja?," tanya Prabowo. "Apa adanya saja Pak," teriak para hadirin dan langsung disambut tawa.

Oleh karena itu ia menjelaskan bahwa saat ini ada masalah besar di Republik Indonesia, bahwa ia melihat ada sebuah pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya.

"Elite kita tidak berpikir kepentingan yang besar, rakyat, mereka berpikir kepentingan kelompoknya masing-masing, dirinya, keluarganya, sehingga disconnect terjadi, suatu jurang terjadi antara realita masyarakat dan kehidupan elite. Ini sudah berjalan puluhan tahun," katanya.

Prabowo melihat, perkembangan seperti itu yang mengakibatkan terjadi keadaan Paradoks atau adanya sebuah kejanggalan. Sebab, negara Indonesia yang sangat kaya, bahkan ahli-ahli di dunia menilai bahwa Indonesia merupakan negara keenam terkaya di dunia, yang mengandung sumber mineral yang dibutuhkan untuk bisa menjadi negara industri terkemuka. Selain itu juga ada aluminium, dan bauksit yang kerap diekspor secara glondongan.

"Semua kekayaan alam ada tetapi kita sebagai bangsa bisa dikatakan sekarang ini kita tekor sebagai bangsa. Kita adalah bangsa yang rugi, yang hidup dari hutang dan yang menyedihkan banyak elite kita yang hidup dari hutang itu biasa dan baik-baik saja. Mata uang merosot terus. Kalau merosot itu tandanya kita tambah miskin," katanya.

"Kalau 1 dollar 10 ribu lima tahun yang lalu, sekarang 15 ribu. Artinya kita tambah miskin. Hasil kerja kita nilainya tidak sama. Kita bangsa yang tambah miskin. Tapi elite banyak yang merasa ini tidak penting untuk dibahas oleh rakyat kita," katanya.

Oleh karena itu, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu mengajak kepada seluruh bangsa dan rakyat Indonesia untuk bersama-sama menjaga dan mengelola sumber kekayaan alam untuk kemakmuran bersama.

"Sehingga, apa yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa terhadap kemakmuran rakyat Indonesia bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat di pelosok tanah air," katanya. (bid/rst)
top