suarasurabaya.net

Tangkal Terorisme, Gus Ipul Janji Galakkan Gerakkan Peduli Tetangga
Laporan Denza Perdana | Rabu, 16 Mei 2018 | 20:24 WIB

Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua bertemu dengan ribuan relawan Kota Probolinggo, di Gedung Serbaguna Widya Harja, Jalan Panjaitan, Mayangan, Probolinggo, Rabu (16/5/2018). Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Saifullah Yusuf (Gus Ipul) Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua bertemu dengan ribuan relawan Kota Probolinggo, di Gedung Serbaguna Widya Harja, Jalan Panjaitan, Mayangan, Probolinggo, Rabu (16/5/2018).

Para relawan merupakan tokoh masyarakat dari 1025 RT, 198 RW, di lima kecamatan, se-Kota Probolinggo yang menyatakan siap mengawal pemenangan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Gus Ipul berterima kasih atas dukungan dari relawan. Bila terpilih Gubernur, dia berkomitmen untuk meningkatkan kerukunan antar warga di dalam RT dan RW.

Di antaranya, melalui program yang dia gagas saat menjabat Wakil Gubernur, yakni Gerakan Peduli Tetangga. Gerakan ini dibuat untuk mengatasi berbagai persoalan masyarakat, di antaranya kemiskinan.

"Jangan sampai kita tidak tahu ketika ada tetangga yang kelaparan. Kita justru tahunya dari orang lain padahal kita adalah tetangganya," kata Gus Ipul dalam keterangan pers yang diterima suarasurabaya.net

Menurutnya, peran RT dan RW inilah yang seharusnya dioptimalkan. Organisasi sosial terendah itu dia harapkan bisa menjadi garda terdepan mengatasi masalah sosial dan kemiskinan.

"Kalau ada yang sakit, gotong royong membantu. Kalau tidak bisa, segera diserahkan ke pemerintah. Kami punya anggaran untuk itu," katanya.

Gerakan Peduli Tetangga itu, menurut Gus Ipul, juga menjadi ajang antisipasi untuk berbagai tindak kejahatan yang berpotensi dilakukan oleh tetangga.

"Misalnya, ketika tetangga kita menggunakan narkoba, hingga ada orang baru yang merencanakan aksi terorisme bisa kita ketahui lebih awal," katanya.

Setelah melakukan pencegahan dini, masyarakat bisa segera melaporkan hal itu ke pihak penegak hukum.

"Kami akan menjadikan RT dan RW bukan sekadar alat koordinasi pemerintahan. Namun, mereka juga harus diajak untuk menjadi garda terdepan pertahanan," ujarnya.

Dia optimistis, kalau RT dan RW bisa solid maka isu kriminalitas termasuk terorisme akan dengan mudah tertangkal sejak dini.

"Kami mengutuk keras aksi terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. Dengan mengedepankan aksi pencegahan, kami berharap ini menjadi kejadian terakhir," kata dia. (den/dwi/rst)
top