suarasurabaya.net

Massa Aksi di Surabaya Menuntut Prabowo Minta Maaf Soal Pernyataannya di IEF 2018
Laporan Agung Hari Baskoro | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:10 WIB

Aliansi Pemuda Muslim Indonesia (APMI) Surabaya menggelar aksi pada Selasa (4/12/2018) siang di depan gedung negara Grahadi, Surabaya. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net| Puluhan massa aksi yang mengaku diri sebagai Aliansi Pemuda Muslim Indonesia (APMI) Surabaya menggelar aksi menuntut Prabowo Subianto Calon Presiden nomor urut 02 meminta maaf atas pernyataan sikapnya terkait rencana pemindahan Kedutaan Besar Australia dari Tel Aviv ke Yerusallem pada Selasa (4/12/2018) siang di depan gedung negara Grahadi, Surabaya.

Pernyataan yang disampaikan di Indonesia Economic Forum 2018 pada Rabu (21/11/2018) di Jakarta itu, dianggap oleh massa aksi melukai hati umat Islam terkhusus di Indonesia yang selama ini mendukung penuh kemerdekaan Palestina.

Mohammad Mahmud Chudori Koordinator Lapangan Aliansi Pemuda Muslim Indonesia (APMI) Surabaya menyebut, sebagai umat muslim di indonesia, massa aksi tetap mendukung Palestina dan melawan siapapun yang tidak pro dengan umat Islam.

"Kalau tidak mau minta maaf, kita akan membuat statement untuk menolak calon presiden yang tidak pro Palestina," ujar Mahmud di depan Gedung Negara Grahadi pada Selasa (4/12/2018).

Ia menilai, Prabowo Subianto harusnya lebih bijak sebagai tokoh bangsa dan calon presiden dalam mengeluarkan statemen. Hal ini karena, menurut Mahmud, bisa mempengaruhi hubungan Indonesia dan Palestina yang berlangsung sejak lama.

Sebagai Informasi, Sebelumnya, Prabowo Subianto pada forum yang sama pada Rabu (21/11/2018) menyebut dirinya sebagai pendukung Palestina dan menyebut statemennya merupakan bentuk menghargai Australia sebagai Independen dan berdaulat sehingga patut untuk dihormati. (bas/iss/rst)
top