suarasurabaya.net

Konsolidasikan Strategi, TKN Jokowi-Ma'ruf Kumpulkan TKD 34 Provinsi
Laporan Farid Kusuma | Jumat, 07 Desember 2018 | 19:41 WIB

Hasto Kristiyanto Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin Calon Presiden Nomor Urut 02, menggelar workshop training on trainer (TOT) yang menghadirkan petinggi utama di Tim Kampanye Daerah (TKD) dari 34 provinsi di Indonesia.

Workshop itu dilaksanakan di Hotel Grand Sahid, Jakarta, mulai hari ini, Jumat (7/12/2018), dan dihadiri seratus lebih perwakilan TKD dari 34 provinsi itu.

Acara dibuka Hasto Kristiyanto Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf yang didampingi Abdul Kadir Karding Wakil Ketua, Sakti Wahyu Trenggono Bendahara, dan Verry Surya Hendrawan Wakil Sekretaris.

"Workshop dilakukan demi menyatukan seluruh energi pemenangan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Survei menunjukkan bahwa gerak kita makin positif," kata Hasto.

Hal itu, menurut Hasto, dipengaruhi juga oleh banyaknya kesalahan yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi. Di sisi lain, Jokowi mampu menampilkan dirinya sebagai sosok pemimpin yang merangkul, tidak membeda-bedakan setiap warga negara.

"Terlebih lagi, KH Ma'ruf Amin muncul sebagai sosok ulama yang benar-benar dari bawah. Ini semua menjadi kekuatan kesatupaduan kita," imbuh Hasto.

Sementara itu, Abdul Kadir Karding Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan, materi TOT itu terdiri dari soal serangan udara, mengoordinasikan serangan darat, serta konsolidasi kekuatan relawan serta calon anggota legislatif (caleg).

Ke depan, diharapkan semuanya bisa bekerja dengan strategi serta metode berjalan dari pintu ke pintu (door to door). Kata kuncinya adalah micro targeting. Hal ini terinspirasi dari kebiasaan Jokowi yang suka blusukan.

"Jadi kita mengkonsolidasi teman-teman TKD agar nanti sepulang dari sini mereka memiliki bekal yang cukup, persepsi yang sama, bagaimana mengharmonikan pemenangan Jokowi-Kiai Ma'ruf di daerahnya masing-masing," kata Karding.

Soal daerah yang akan menjadi konsentrasi gerakan, Karding mengatakan gerakan ini akan mencakup seluruh wilayah Indonesia. Namun, diakui juga, penekanan lebih akan diberikan di beberapa daerah seperti Banten, Jawa Barat, dan Sumatera Barat.

"Secara umum sih kita sudah leading agak jauh, lebih dari 20 persenan. Itu berdasar survei yang ada," kata Politikus PKB itu.

Menurutnya, yang dibutuhkan sekarang adalah mensinergikan seluruh gerakan, baik serangan udara dan darat, lalu membangun fighting spirit daripada seluruh mesin. baik mesin partai, mesin caleg, sampai relawan.

Ketika ditanya cara mereka membuat caleg dari 9 parpol bisa bekerja sama sementara di saat sama harus saling bertarung di pemilu legislatif, Karding mengatakan, TKN Jokowi-KH Ma'ruf belajar dari pengalaman sejumlah negara, seperti di Brasil dan Meksiko.

Di kedua negara itu, efek ekor jas pilpres yang selama ini dianggap hanya menguntungkan PKB dan PDIP di Indonesia, tak efektif ketika caleg semua parpol bersedia turun ke lapangan.

Maka itu, strategi yang dipakai adalah kampanye door to door. Caleg semua parpol pendukung turun ke lapangan bersama-sama.

"Kami semua punya komunikasi dan koordinasi antarcaleg. Semua bersikap bahwa seluruh partai di koalisi ini harus lolos ke DPR, harus menang. Itu artinya kami akan saling bahu membahu, saling bantu membantu. Menang tanpa saling menggerogoti, menang karena saling mendukung," pungkasnya. (rid/dim/ipg)
top