suarasurabaya.net

Empat Event Penghujung Tahun yang Menarik di Banyuwangi
Laporan Agustina Suminar | Kamis, 06 Desember 2018 | 12:17 WIB

Poster Festival Kuwung yang akan diselenggarakan Sabtu (8/12/2018) mendatang. Foto: @Banyuwangi_tour
suarasurabaya.net| Di penghujung tahun 2018, Banyuwangi akan dihiasi berbagai event menarik yang bisa dijadikan tujuan untuk berwisata. Ada empat event yang bisa dikunjungi, yakni Festival Kebaya, Festival Kuwung, malam anugerah warga berprestasi, dan perayaan pergantian akhir tahun.

Event di bulan Desember ini, diawali Festival Kebaya yang telah digelar Rabu (5/12/2018) di Lapangan Tenis Indoor GOR Tawangalun Banyuwangi. Beragam kebaya karya desainer lokal dan nasional ditampilkan dalam perhelatan ini. Mulai dari kebaya kasual, klasik, kontemporer hingga glamour.

"Festival ini untuk mengangkat warisan busana tradisional Indonesia. Kebaya sendiri juga tradisi busana perempuan suku Osing (suku asli di Banyuwangi). Festival ini sebagai salah satu upaya menjaga warisan tradisi leluhur kita," kata M Yanuarto Bramuda Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, dilansir dari laman resmi Kabupaten Banyuwangi banyuwangikab.go.id.

100 kebaya yang merupakan kolaborasi antara 40 desainer nasional dan 10 desainer Banyuwangi ditampilkan dalam Festival Kebaya. Kebaya-kebaya tersebut ditampilkan dalam desain yang tidak hanya elegan tapi juga sentuhan busana kekinian.

"Dengan desain semi modern yang lebih segar ini, harapan kami generasi muda lebih enjoy dalam berkebaya sebagai alternatif pilihan berbusana mereka. Dengan begitu kebaya akan tetap lestari sepanjang masa," ujar Bramuda.

Berikutnya, pada Sabtu (8/12/2018) mendatang, giliran Festival Kuwung yang akan meramaikan Banyuwangi. Mengutip bahasa setempat, Kuwung berarti pelangi, festival ini akan menampilkan parade aneka ragam seni dan budaya Banyuwangi.

"Acara ini juga akan dimeriahkan kesenian dari kabupaten/kota tetangga, seperti Kabupaten dan Kota Kediri, Probolinggo, Jembrana, dan Buleleng. Mereka akan ikut berparade dengan menampilkan seni budaya daerahnya masing-masing," kata Bramuda.

Festival Kuwung tahun ini mengusung tema 'Selendang Wangi' yang bermakna wujud nyata semua pihak dalam menggali, mengembangkan, dan melestarikan seni budaya Banyuwangi dengan penuh tanggung jawab dan rasa cinta.

Festival ini mengambil start di depan Kantor Bupati Banyuwangi pada pukul 19.00, dan akan finis di Gesibu Taman Blambangan.

Selanjutnya, dalam rangka peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba), akan digelar malam anugerah bagi warga Banyuwangi yang berprestasi pada 22 Desember 2018 pagi di Taman Blambangan Banyuwangi. Pada malam anugerah itu, kata Bramuda, akan diserahkan perhargaan bagi warga dan institusi yang berprestasi dari berbagai bidang.

"Hari Jadi Banyuwangi jatuh setiap tanggal 18 Desember, kami akan memperingatinya dengan pengajian serentak di seluruh kecamatan. Puncak acaranya, pada malam anugerah tersebut pada Sabtu malam 22 Desember besok. Akan ada hiburan artis, antara lain Anji, 2D - Dian Pramana Putra dan Deddy Dhukun, serta dan duo Ronald dan Tike," kata Ronald.

Sementara di akhir tahun 31 Desember malam, seperti biasanya, akan digelar Doa bersama KH Muzakki di Taman Blambangan Banyuwangi. (nin/ipg)
top