Selasa, 12/11/2019 SURABAYA: 26-35 °C (Cerah, Berawan)
Kurs USD 11/11/2019 18:45:57 - Jual: Rp 14.110,20 | Beli: Rp 13.969,80
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Ekonomi Bisnis:

07 November 2019, 06:40:09| Laporan Farid Kusuma

Pemerintah AS Berkomitmen Meningkatkan Kerja Sama Ekonomi dengan Indonesia

suarasurabaya.net| Joko Widodo Presiden menerima kunjungan kehormatan Wilbur Ross Menteri Perdagangan Amerika Serikat serta delegasi bisnis, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (6/11/2019).

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi didampingi Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri, Agus Suparmanto Menteri Perdagangan, dan Pratikno Menteri Sekretaris Negara.

Selepas pertemuan, Retno Marsudi menjelaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Amerika Serikat untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia khususnya di bidang ekonomi (perdagangan dan investasi).

"Hal-hal detail sudah dibahas dengan Pak Menko, tapi pada level Presiden pembahasannya adalah mengenai masalah komitmen. Lalu, yang kedua mengenai kemitraan di dalam mengimplementasikan ASEAN Outlook Indo-Pasifik, karena di situ ada beberapa kerja sama di bidang infrastruktur," ucapnya di Komplek Istana Presiden, Jakarta.

Menlu menambahkan, Presiden menyampaikan prioritas pembangunan Indonesia untuk lima tahun ke depan tetap melakukan pembangunan infrastruktur serta pembangunan sumber daya manusia.

Jokowi berharap Amerika Serikat bisa menjadi salah satu negara mitra Indonesia dalam kerja sama pembangunan SDM dan infrastruktur.

"Pak Presiden berharap AS akan menjadi salah satu partner Indonesia dalam baik di bidang infrastruktur mau pun di bidang pengembangan sumber daya manusia," tegasnya.

Sementara terkait perdagangan, sekarang nilai perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat mencapai 30 miliar Dollar AS. Dalam lima tahun ke depan, Jokowi berharap nilai tersebut meningkat dua kali lipat.

Pada kesempatan itu, Jokowi Presiden dan Menteri Perdagangan AS juga membicarakan fasilitas generalized system of preferences (GSP) untuk Indonesia. Lalu, ada kesepakatan tim dari Indonesia untuk bertemu tim Amerika Serikat membahas lebih lanjut isu GSP dalam waktu dekat.

"Ini sebenarnya kan masalah yang sudah lama dibahas, dan tadi sudah ada kesepakata. Mungkin awal Desember kami akan mengirim tim negosiasi untuk menyelesaikan. Dari apa yang disampaikan, kami optimistis isu terkait fasilitas GSP akan selesai dengan baik, dengan win-win solution," pungkasnya. (rid/ipg)

berita-beritalain

- arsip berita -

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota