Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
SS Today: Oooh....Bawang Putihku

05 Februari 2020, 19:45:31| Laporan Agustina Suminar

Disdag Surabaya: Naiknya Harga Bawang Putih, Jangan Diperparah Panic Buying

suarasurabaya.net| Harga bawang putih terus merambat naik sejak pertengahan bulan Januari lalu. Bahkan hingga kini, harga bawang putih menembus angka Rp35 ribu per kilogram.

Wiwiek Widayati Kepala Dinas Perdagangan Pemkot Surabaya mengatakan, kenaikan harga bawang putih kemungkinan dikarenakan izin impor yang masih terkendala. Sehingga, stok bawang putih di dalam negeri terus berkurang.

"Bawang putih setiap tahunnya izin impor selalu terkendala. Yang mengeluarkan kan dua, Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan. Tahun-tahun lalu jadi problem, dan sekarang masih masih ada persoalan," kata Wiwiek kepada Radio Suara Surabaya, Rabu (5/2/2020).

Tidak tanggung-tanggung, harga per kilogram bawang putih yang awalnya Rp22 ribu, hingga Rabu hari ini terpantau mencapai Rp35 ribu.

Untuk itu, pihaknya mengaku secara rutin melakukan operasi pasar di 31 kecamatan sejak 15 Januari lalu. Hanya saja, operasi pasar kali ini masih difokuskan ke warga di pemukiman padat penduduk.

"Yang bisa menikmati operasi pasar terus terang masyarakat atau ibu-ibu rumah tangga. Saya ke kampung-kampung kawasan penduduk padat, bukan perumahan," ujarnya.

Meski begitu, ia membatasi satu keluarga hanya diperbolehkan membeli 1 kilogram bawang putih.

Selain operasi pasar, pihaknya juga melakukan sidak ke tiga kelompok tata niaga, yakni agen, distributor dan pedagang untuk memantau harga tidak hanya bawang putih, tetapi bahan pokok lain seperti cabai dan gula.

Disdag Surabaya juga mengajak Tim Satgas Pangan dalam sidak tersebut, untuk mengantisipasi adanya penimbunan barang oleh pedagang. Jika nantinya ditemui adanya oknum yang melakukan penimbungan, maka pihaknya tidak segan untuk menindak oknum tersebut secara pidana.

Namun selama 20 hari turun ke pasar, Wiwiek mengatakan Disdag Surabaya belum menemukan satu pun kasus tersebut.

"Kita belum mendapatkan hasil (aksi penimbunan), kita belum ada indikasi kesana. Tapi saat kita turun ke pasar dengan Satgas Pangan, maka harga akan terpantau dan pedagang tidak semena-mena menentukan harga," lanjutnya.

Dalam situasi seperti ini, Wiwiek meminta agar masyarakat tidak panik. Karena panic buying dapat berdampak dengan semakin naiknya harga tidak hanya bawang putih, tapi juga kebutuhan pokok lain.

"Saya cuma ingin kalau situasi seperti ini jangan terlalu panik. Kalau terlalu panik malah harganya naik nggak turun-turun karena panic buying," tutupnya.(tin/rst)

berita-beritalain

arsip

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota