Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
SS Today: Mengurai Padat Surabaya Barat

10 Februari 2020, 07:03:59| Laporan Agung Hari Baskoro

Rekondisi Jalan Proyek SPAM Umbulan di Citra Raya Unesa Bikin Macet

suarasurabaya.net| Rekondisi jalan pasca pengerjaan pemasangan pipa dalam proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di jalan Citra Raya Unesa, Surabaya menimbulkan kemacetan di wlayah itu.

Beberapa hari belakangan, pada jam-jam padat seperti pagi dan sore kemacetan bisa mengekor panjang hingga di Jalan Mayjen Yono Soewoyo.

Nada Putri City Manager Citraland Surabaya mengatakan, para penghuni di kawasan Citraland dan masyarakat umum yang sehari-hari melintasi jalan itu dirugikan dengan kondisi ini.

"Kami sih sangat-sangat dirugikan. Akses keluar masuk ke area kami terganggu kami. Yang sangat dirugikan sebenarnya masyarakat umum. Karena masyarakat yang menuju Citraland itu banyak sekali yang anak sekolah, kuliah, kerja, sebenanrya bukan penghuni Citraland aja yang dirugikan," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Senin (10/2/2020).

Rekondisi jalan pasca pemasangan pipa dalam proyek SPAM Umbulan sebenarnya bukan yang pertama kalinya. Rekondisi seharusnya sudah rampung pada Bulan November 2019 lalu.

Yan Kuryana Wiriadipura Project Director SPAM Umbulan dari PT Meta Adhya Tirta Umbulan mengatakan, rekondisi jalan diulang karena rekondisi yang sebelumnya tidak memuaskan.

"Yang pertama agak dilakukan mendesak dan hasilnya tidak memuaskan, bukan hanya untuk Unesa dan Citraland, tetapi memang kewajiban kami mengembalikan kondisi jalan seperti semua atau lebih baik," kata Yan ketika diminta konfirmasi.

Nada juga membenarkan hal tersebut. Kondisi jalan pada rekondisi pertama memang kurang baik, karena akhirnya banyak aspal bergelombang dan retak-retak. Sehingga rekondisi perlu dilakukan lagi.

"Kalau rekondisi pertama dulu sudah baik, tidak akan menimbulkan kerugian. Kalau gini kan, akhirnya terpaksa diulang lagi. Kalau (dulu, red) sudah berjalan baik, tidak perlu diulang dan menimbukkan kerugian sampai dua kali," katanya.

Nada mengatakan, Citraland sebagai salah satu pihak yang terdampak proyek ini mengaku sudah berkali-kali melakukan komunikasi dengan PT. Meta Adhya Tirta Umbulan selaku investor, PGN selaku pelaksana proyek, dan Pemprov Jatim selaku pemilik proyek. Beberapa upaya mengurangi kemacetan dan koordinasi dengan polisi juga dilakukan.

"Harapannya kami, semua pihak sama-sama berkontribusi yang baik, untuk meminimalkan kerugian yang timbul dari proyek ini. Secara prinsip, kami tahu ini proyek pemerintah dan kami harus dukung. Tapi yang penting bagaimana tiap pihak turut memikirkan dan menjaga agar proyek ini bisa diminimalkan resiko yang timbul. Dan segera. Bukannya kami tidak mendukung proyek pemerintah, tapi kita ingin dibantu agar tidak makin lama," jelasnya.

Pihak PT. Meta Adhya Tirta Umbulan juga mengaku telah berkoordinasi dengan kepolisian serta mendengar saran-saran dari pihak terkait untuk mengurangi kemacetan akibat rekondisi jalan yang sedang berlangsung.

"Sudah ada koordinasi. Difasilitasi oleh Citraland. Dan kami mendengar saran-saran mereka untuk mengurangi aktivitas saat rush hours, menambah flag man, dan rambu-rambu," katanya. (bas/ang/rst)



Berita terkait :
1. Hujan Jadi Kendala Rekondisi Jalan Proyek SPAM Umbulan
2. Proyek SPAM Umbulan di Citra Raya Unesa Ditarget Selesai Awal Maret 2020
3. Jalan Kampus Unesa Macet, Dampak Pengerjaan Proyek
4. Butuh Seperempat Jam Keluar dari Kemacetan Jalan Kampus Unesa

berita-beritalain

arsip

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota