Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
SS Today: Hari Pers Nasional 2020

19 Januari 2020, 23:08:07| Laporan Denza Perdana

Jelang HPN, PWI Jatim Beri Penghargaan dan Tali Asih Kepada Wartawan Senior

suarasurabaya.net| Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2020, PWI Jawa Timur menjaga silaturahmi dengan mengunjungi dan memberikan piagam penghargaan serta tali asih kepada wartawan senior Haji Efendi dan Imam Soebagio di Jember.

Piagam penghargaan dan taliasih diserahkan langsung Ketua PWI Jatim Drs Ainur Rohim, M.IP, kepada Efendi di Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Sabtu (18/1/2020) malam. Sedangkan penghargaan untuk Imam Soebagio diberikan pada Minggu (19/1/2020).

Di acara itu Ketua PWI Jatim didampingi Machmud Suhermono Wakil Ketua Bidang Organisasi, Luthfil Hakim Wakil Ketua Bidang Kerjasama, Teguh L. Rachmadi Ketua HPN Jatim 2020, Ketua PWI Jember Sigit Edi Maryanto dan Sekretaris Salim Umar.

Efendi yang saat ini berusia 84 tahun itu pernah menjadi wartawan Harian Abadi. Ia menceritakan, meskipun saat itu hanya lulusan Sekolah Rakyat (SR) tetapi memberanikan diri melamar menjadi pewarta di suratkabar itu.

Ketika ia ditugasi mencari berita di lapangan, Efendi bersama, Harmoko, yang kemudian diangkat menjadi Menteri pada masa pemerintahan orde baru. "Pak Harmoko itu hebat. Saya baru dapat empat berita, beliau sudah sepuluh," katanya sambil tertawa mengenang.

Efendi juga memiliki minat di bidang seni. Ia menciptakan lagu berbahasa Madura berjudul Gelang Sokoh dan mencantumkan nama samaran Adira yang merupakan akronim dari Ahmad Efendi Madura). Terakhir ia bekerja di Surabaya Post.

Piagam penghargaan dan tali asih lainnya diberikan kepada Imam Subagio di kediamannya, Jalan Semeru, Kecamatan Sumbersari. Pak Bagio, panggilan akrabnya, lahir di Bondowoso, 12 Februari 1945. Ketika masih duduk di SMP sudah mulai menulis.

Di antaranya di Panyebar Semangat, walaupun hanya di rubrik Opo Tumon. Memulai karir wartawan di Sket Masa asuhan Amak Syarifudin setelah lulus Kursus Tertulis Wartawan Usaha Modern.

Dia tercatat sebagai jurnalis dari Harian Suara Indonesia, Minggunan El Bahar (Jakarta), La Patria (Surabaya), Sinar Kota (Surabaya), Harian Merdeka (Jakarta). Kemudian terakhir bergabung dengan Majalah Berita Mingguan Tempo di bawah asuhan Goenawan Mohamad.

Pengalaman jurnalistik inilah yang memperkaya batin, pengalaman, pengetahuan, dan banyak sahabat. Bahkan mampu memberi fondasi Humas Universitas Jember sebagai tempat mengabdi sebagai PNS sampai akhir masa pengabdian.

Ainur Rohim mengatakan, pemberian tali asih ini adalah bagian dari peringatan Hari Pers Nasional 2020 dan HUT ke 74 PWI Tingkat Jawa Timur. "Kita tidak boleh melupakan jasa-jasa mereka terhadap kebebasan pers di Indonesia," katanya.(tin)

berita-beritalain

arsip

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota