Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Info Haji:

12 Juli 2019, 11:06:51| Laporan Zumrotul Abidin

Rasa Syukur Azka Bisa Berhaji di Usia 18

suarasurabaya.net| Azka Khoirunnisa baru genap berusia 18 tahun pada 2 Juli kemarin. Perempuan asal Kota Malang itu menjadi Jemaah Calon Haji termuda di Embarkasi Surabaya.

"Usia saya baru genap 18 tahun pada 2 Juli 2019," ujar Azka di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Kamis (11/7/2019) kemarin.

Azka mengaku tak mengetahui, bila namanya ternyata telah didaftarkan oleh orang tuanya untuk beribadah haji sejak tahun 2008. Kala itu usia Azka masih 8 tahun.

Perempuan yang baru saja lulus SMA Negeri di Kota Malang ini, berulangkali mengaku sangat senang bisa menunaikan rukun Islam kelima di usia yang cukup muda. Sebab, tidak banyak calon haji yang sebaya bisa ke Tanah Suci.

"Banyak orang-orang di luar sana baru bisa naik haji pada usia yang sudah tua, banyak yang sampai menangis, karena penantiannya berhaji sampai puluhan tahun," kata Azka.

Azka berangkat haji bersama ibunya, Uswatun Hasanah. Sesuai jadwal, keduanya terbang ke Tanah Suci pada Jumat (12/7/2019) dini hari tadi bersama dengan kelompok terbang (kloter) 16 asal Kota Malang.

Di Tanah Suci nanti, Azka mengaku akan memanjatkan doa kebaikan untuk dirinya, orang tuanya, serta teman-temannya. Azka punya keinginan besar yang begitu didambakannya, yakni ingin lolos masuk pendidikan kodokteran di Universitas Negeri yang difavoritkannya.

"Saya pingin ambil kedokteran di Universitas Brawijaya. Kemarin sudah ambil, tapi belum diterima. Diterima tapi di perawatan, nggak saya ambil," kata Azka.

Sementara Uswatun Hasanah (54) menceritakan Azka mestinya berangkat bersama ayah, ibu dan dua kakaknya pada tahun 2013. Namun, keberangkatan anak bungsunya itu ternyata terganjal usia yang belum cukup.

"Azka waktu kecil sempat nangis menjerit, melihat berkas pendaftaran hajinya dipisah karena tidak bisa berangkat, karena memang usianya masih belum cukup untuk berhaji," kata Uswatun.

Setelah Azka cukup usia, kata Uswatun, memutuskan untuk kembali ke Tanah Suci mendampingi sang anak sesuai janjinya ketika Azka masih kecil. Uswatun berharap Azka kelak mendapatkan berkah, serta menjadi anak yang sholihah dan bisa menggapai cita-citanya. "Saya berharap dia bisa menjadi yang sholihah, lebih taat, bermanfaat bagi agama bangsa dan negara," kata Uswatun. (bid/dwi/rst)

berita-beritalain

- arsip berita -

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota