Rabu, 16/10/2019 SURABAYA: 27-35 °C (Cerah)
Kurs USD 16/10/2019 13:25:30 - Jual: Rp 14.257,93 | Beli: Rp 14.116,07
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Info Teknologi:

11 September 2019, 21:01:23| Laporan Farid Kusuma

Kemenkominfo akan Kembali Menggelar Siberkreasi Netizen Fair 2019

suarasurabaya.net| Sebagai cara untuk mengedukasi masyarakat atas ancaman bahaya negatif internet, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan kembali menggelar Siberkreasi Netizen Fair 2019.

Kegiatan yang ketiga kalinya sesudah dua tahun sebelumnya sukses, akan berlangsung di The Kasablanka, Jakarta Selatan, tanggal 5 Oktober 2019.

Tahun ini, Kemenkominfo mengangkat tema Creator Generation, untuk mengajak anak bangsa lebih bebas menuangkan kreativitas dalam berekspresi, serta mendorong anak muda agar mampu memanfaatkan teknologi dengan memproduksi konten positif yang bisa berguna bagi banyak orang.

Hal ini dikarenakan kurangnya fasilitas untuk mengembangkan kreativitas baik di sekolah maupun di rumah. Sehingga akibatnya, akan melahirkan mentalitas cepat emosi atau istilahnya "sumbu pendek" saat melihat berita di media sosial.

Rudiantara Menkominfo mengatakan, terbentuknya gerakan Siberkreasi, memudahkan para pemangku kebijakan untuk berbagi bahkan mengolah berbagai informasi yang beredar saat ini.

"Meski pun memudahkan kita dalam berinteraksi satu sama lain, tapi akibat mudahnya arus informasi di era digital, membuat kita juga harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era ini. Seperti rentannya penyebaran konten negatif melalui internet berupa hoax, cyberbullying, dan online radicalism," ujar Menkominfo dalam keterangan pers yang diterima redaksi suarasurabaya.net, Rabu (11/9/2019).

Menteri yang akrab disapa Chief Rudi menilai, Siberkreasi sebagai gerakan nasional yang berupaya untuk menanggulangi berbagai konten negatif dengan melakukan literasi digital.

"Bersama Siberkreasi, kami mendorong warganet Indonesia untuk aktif berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia
maya. Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang dan produktif di dunia digital," paparnya.

Lebih lanjut, Rudiantara menyebut ada empat pilar yang menjadi fokus dalam acara Siberkreasi Netizen Fair 2019, yaitu Pilar e-commerce, Pilar Digital Lifestyle, Pilar Musik, dan Pilar Digital Parenting.

Nantinya, masing-masing pilar akan diimplementasikan dalam bentuk konferensi, workshop, dan konser musik.

"Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoax, hate speech dan berita negatif lainnya," kata Menkominfo.

Menurut Menkominfo, ponsel dan internet itu ibarat pisau bermata dua. Sehingga, yang harus ditingkatkan adalah kemampuan untuk menggunakan internet secara baik supaya manfaatnya lebih banyak daripada mudharatnya.

Sekadar informasi, untuk mengikuti Siberkreasi Netizen Fair 2019, masyarakat tidak dikenakan biaya alias gratis. Bagi yang ingin ikut serta, dapat mendaftar di website siberkreasi.id paling lambat tanggal 5 Oktober 2019 pukul 23.00 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin menjadi volunteer dapat mengisi formulir pendaftaran di website siberkreasi.id dengan syarat usia 19-24 tahun serta memiliki ketertarikan di dunia siber terutama seputar literasi digital dan konten positif.

Berikut detail acara Siberkreasi Netizen Fair 2019:

● Konferensi
Konferensi merupakan acara utama yang menghadirkan Presiden Joko Widodo sebagai special keynote speech, dengan tajuk creator generation.

Selain itu, terdapat dua konferensi lain dengan tema beat the negativity with positive mind dengan pembicara Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Konferensi berikutnya mengangkat tema Spread Love, Not Hate yang menghadirkan Arif Muhammad (Mak Beti) dan Bude Sumiyati.

● Workshop
Workshop digelar dalam sembilan tema berbeda. Pertama, coding and robotics for kids dengan pengisi Rumah Robotika Indonesia. Kedua, Digital Parenting oleh Diena Haryana, Marcella Zalianty, Rita Nurlita, Nirina Zubir dan Ernest Family. Ketiga, workshop E-Sport Industry oleh NXG dan Onic.

Keempat, workshop Hoax and Fact Checking oleh Mafindo dan RTIK Indonesia. Kelima, Social Media and Future Technology oleh Onno Purbo dan Yudho Giri. Keenam, workshop Social Media for Business oleh tim Facebook Indonesia.

Ketujuh, workshop Online Platforn for Business oleh Tim Google Indonesia. Kedelapan, workshop Digital Personal Branding oleh Ndoro Kakung, Fathia Izzati, Adita Irawati dan Dennis Adhiswara. Kesembilan, workshop Content Creation oleh Mira Sahid, Enda Nasution Kreator Nongkrong, Kevin Hendrawan, Gemagrafi, Dicky R. Maland, Nex Carlos, dan Rendha Rais.

● Siberkreasi Award
Berkolaborasi dengan Metro TV, Siberkreasi akan memberikan penghargaan kepada enam kreator yang aktif membuat konten positif.

Keenam kreator dipilih berdasarkan keputusan netizen dan juri (Yossi Mokalu dan Dennis Adhiswara). Kreator-kreator ini mendapat penghargaan agar masyarakat mulai memberi apresiasi pada kreator konten positif, dan para kreator pun terus menyebarkan konten positif di dunia siber.

Keenam kreator yang dimaksud yaitu Rudiantara (Menkominfo), Yohana Yembise (Menteri PPA), Muhadjir Effendy (Mendikbud), Triawan Munaf (Kepala Bekraf), Moeldoko (Kepala Staf Kepresidenan) dan Adita Irawati (Stafsus Presiden).

● Music Performance
Gelaran konser musik di penghujung acara akan menghadirkan musisi top tanah air yaitu Cameo Project, Randy Pandugo, Sheryl Sheinafia, Petra Sihombing, Vidi Aldiano dan The Dance Company.

Masyarakat dari berbagai lapisan dapat terlibat aktif dalam menyebarluaskan internet positif agar tercipta netizen Indonesia yang kreatif, inovatif, dan produktif.

Selain itu, para pelaku industri digital pun diharapkan dapat berkolaborasi dan mendukung pemerintah selaku fasilitator dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di kancah global dalam industri 4.0.(rid/dwi)

berita-beritalain

- arsip berita -

Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota