Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

23 Februari 2020, 21:17:02| Laporan Agustina Suminar

BMKG: Kalimantan Tak Sepenuhnya Aman dari Gempa

suarasurabaya.net| Daryono Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, Pulau Kalimantan tidak sepenuhnya aman dari gempa bumi.

"BMKG mencatat bahwa gempa merusak pernah terjadi di Provinsi Kalimantan Barat," kata Daryono di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Gempa Kendawangan Kalimantan Barat terjadi 24 Juni 2016 silam. Gempa dangkal berkekuatan magnitudo 5,1 itu menyebabkan beberapa rumah rusak di daerah Kandawangan, Kalimantan barat.

Sebelumnya, BMKG mencatat wilayah Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat diguncang gempa tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 pada Sabtu (22/2/2020), pukul 22.36.59 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan, lokasi episenter gempa terletak pada koordinat 0,58 Lintang Utara dan 111,33 Bujur Timur pada kedalaman 10 kilometer.

Salah seorang warga Dusun Sepan Kebantan, Desa Sungai Deras, Kecamatan Ketungau Hilir melaporkan, dia merasakan guncangan gempa pukul 22.36 WIB. Warga yang belum tidur saat itu sempat panik dan berupaya membangunkan anggota keluarga lainnya untuk segera keluar rumah.

Guncangan yang terjadi diperkirakan mencapai skala intensitas II MMI. Artinya guncangan dirasakan oleh warga meski tidak menimbulkan kerusakan. Guncangan gempa itu dicatat dengan baik oleh sensor seismik milik BMKG di Pulau Kalimantan, seperti stasiun seismik KSM, SBM, DBKI, dan BBKI.

Bentuk gelombang dari masing-masing sensor mencatat adanya gelombang P dan S yang secara jelas mencerminkan adanya penyesaran batuan, sehingga gempa itu murni gempa tektonik.

"Jika kita perhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya yang dangkal, tampak bahwa gempa ini dipicu aktivitas sesar aktif di daerah Sintang," katanya dilansir Antara.

Gempa yang terjadi di Sintang itu adalah gempa kedua setelah sebelumnya terjadi setahun lalu. Pada 17 Maret 2019 Kabupaten Sintang juga diguncang gempa dangkal dengan magnitudo 3,1.

"Jika kita mencermati peta geologi Provinsi Kalimantan Barat, tampak bahwa lokasi episenter gempa Sintang berada di jalur sesar naik. Struktur sesar ini berarah tenggara-barat laut sehingga sangat mungkin peristiwa gempa tektonik yang mengejutkan warga tadi malam memiliki kaitan dengan struktur sesar lokal ini," kata Daryono.(ant/tin)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota