Jumat, 01/08/2014 SURABAYA: 24 - 33 °C (Berawan)
Kurs USD 31/07/2014 21:51:02 - Jual: Rp 11.649,00 | Beli: Rp 11.533,00
Home | SS Today | Ramadhan | Kelana Kota | Politik | Road To Istana | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Info Haji | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

26 Maret 2013, 11:58:06| Laporan Fatkhurohman Taufik

Seluruh Warnet di Surabaya Disweeping

suarasurabaya.net| Dinas Kominfo, bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja, Kepolisian, Dinas Pendidikan dan Badan Pemberdayaan Masyarakat, hari ini, Selasa (26/3/2013), menggelar sweeping ke seluruh warnet yang ada di Surabaya.

Dimulai tepat pukul 09.00 pagi tadi, sweeping dipimpin oleh satpol PP dari 31 kecamatan yang ada di Surabaya. Mereka bergerak terbagi dalam beberapa tim untuk menyisir seluruh warnet yang ada di wilayah masing-masing kecamatan.

Pantauan suarasurabaya.net di Kecamatan Gubeng dan Tegalsari, aksi sweeping dilakukan beberapa tim yang masing-masing mengendarai tiga mobil, dua dari satpol PP dan satu dari kepolisian. Di Gubeng misalnya, mereka menyisir beberapa warnet disekitar Gubeng Kertajaya dan Gubeng Airlangga. Namun di dua lokasi ini, nihil anak sekolah. Petugas hanya menanyakan soal izin pendirian warnet.

Hal yang sama dilakukan Satpol PP di Kecamatan Tegalsari, mereka juga melakukan penyisiran di beberapa warnet. Di Tegalsari, mereka sudah mengantongi nama 30 warnet sehingga hari ini tim langsung menyasar warnet tersebut. Hasilnya, sebanyak 20an anak usia belasan tahun ketahuan sedang asyik bermain internet di beberapa warnet.

Anak usia SD ini lantas dibawa ke kantor kecamatan untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Petugas juga menghubungi orang tua dari anak-anak ini untuk dilakukan pembinaan.

Beberapa orang tua sendiri mengaku kaget anaknya tertangkap dan dibawa ke kecamatan. "Terus terang saya sock karena tetangga bilanya anakmu ketangkep," kata Maryoto, warga Dinoyo Tegal, Kelurahan Keputeran, Kecamatan Tegalsari, saat berada di kantor Kecamatan Tegalsari untuk mengambil anaknya yang dibawa Satpol PP.

Dia mengaku tidak bisa melarang anaknya untuk kewarnet karena hampir seluruh tugas sekolah saat ini harus dilakukan dengan mencari bahan dari internet. "Anak saya memang izin ke warnet karena tugas-tugasnya banyak yang dari internet," kata Maryoto.

Karenanya, Maryoto kaget ketika ada razia yang melarang anak usia sekolah berkunjung ke warnet. Apalagi, sebagai orang yang tidak mampu, maka warnet adalah solusi termurah bagi anaknya untuk bisa mendapatkan akses internet.

"Kalau alasanya melihat yang porno-porno, katanya pemerintah kan sudah memblokir. Harusnya jangan anak yang dikorbankan, harusnya ya warnet itu yang ditindak," imbuhnya.

Hari Widodo, Camat Tegalsari mengatakan, sweeping kali ini sifatnya hanya sosialisasi. "Ini untuk kebaikan bersama, kalau harus ke warnet orang tua harus mendampingi. Tadi dari pantauan kami mayoritas anak-anak ini tidak mengerjakan tugas, tapi bermain game," kata Hari.

Sementara itu, usai dilakukan pengarahan, para anak ini lantas dikembalikan lagi ke orang tua mereka.(fik)

Teks Foto
- Hari Widodo, Camat Tegalsari memberikan pengarahan pada para anak yang tertangkap dalam sweeping warnet yang digelar Selasa (26/3/2013).
Foto : Taufik suarasurabaya.net

Berita terkait :
1. Masuk Warnet di Surabaya, Anak Wajib Didampingi Orang Tua

berita-beritalain
Home | SS Today | Ramadhan | Kelana Kota | Politik | Road To Istana | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota