Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

22 Januari 2020, 17:03:45| Laporan J. Totok Sumarno

ITS Rebut Prestasi PMMB

suarasurabaya.net| ITS kembali ukir prestasi, raih peringkat pertama kontributor terbesar dalam magang di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) 2019 pada Program Magang Mahasiswa Bersertifikat (PMMB) yang diselenggarakan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Program yang merupakan bentuk pengayaan keterampilan kerja mahasiswa ini bertujuan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang siap bersaing secara global.

PMMB melalui link and match antara perusahaan industri dan perguruan tinggi, diharapkan mampu menciptakan SDM yang berdaya saing tinggi.

Mengutip paparan materi dalam Match Up PMMB BUMN 2020, akar kemunculan program magang kerjasama ini adalah era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta Nawa Cita Presiden. Yakni untuk meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar.

Arief Abdurrakhman ST., MT., Kepala Sub Direktorat Pengembangan Kewirausahaan dan Karir ITS menyampaikan bahwa PMMB diinisiasi dengan tujuan mengatasi ketidakselarasan antara kebutuhan sumber daya di dunia industri dengan output lulusan perguruan tinggi yang dinilai kurang memenuhi kompetensi.

Didukung peraturan menteri yang telah lebih dulu ditetapkan, ITS bergegas mengambil langkah dengan menetapkan peraturan rektor yang mengatur pelaksanaan magang.

"Dengan adanya landasan hukum untuk mengonversi SKS mahasiswa magang, mahasiswa tidak perlu lagi cuti untuk magang yang memakan waktu lama," papar Arief, Rabu (22/1/2020).

Prestasi awal tahun ini, tampaknya bukan sesuatu yang dikejar. Penghargaan ini, lanjut Arief, merupakan apresiasi pertama sejak dua tahun lalu PMMB diselenggarakan.

Menurut Arief, berada di atas UGM dan Politeknik Negeri Ujung Pandang yang menempati posisi kedua dan ketiga, menjadi dorongan lebih untuk meningkatkan performa dan kualitas pelayanan PMMB di ITS.

Dosen Teknik Instrumentasi ini menambahkan, setidaknya terdapat empat poin yang menjadikan ITS unggul berdasarkan pengamatan BUMN dalam PMMB.

"Selain menjadi pionir dalam penetapan peraturan rektor terkait program magang, ITS berkoordinasi dengan baik di lingkup internal kampus maupun dengan FHCI dan BUMN," tambah Arief.

ITS juga kerap turut andil dalam penetapan kurikulum magang di BUMN, khususnya di ranah industri mesin dan elektronika. "Faktor lain, tentu datang dari mahasiswanya yang aktif dan kontributif enam bulan selama pelaksanaan magang," kata Arief.

Dengan ragam dinamika upaya peningkatan mutu perguruan tinggi, tak sedikit buah hasil kerja keras yang berhasil dipetik ITS. "Dari berbagai sudut pandang, baik mahasiswa, dosen, maupun alumninya, semua mendapatkan manfaat PMMB ini," ujar Arief.

Kompetensi mahasiwa akan meningkat, sehingga sedikit demi sedikit dapat memenuhi kriteria kebutuhan industri.

"Pengetahuan, attitude, dan skills akan terasah dan mampu beradaptasi cepat dengan dunia kerja," sambung Arief. Fasilitas berupa konversi SKS dan memperoleh sertifikat industri adalah nilai plus lainnya.

Dosen juga akan mendapatkan kesempatan langka, yang mana dapat membimbing mahasiswanya untuk terjun langsung ke dunia kerja. Dari sana, dosen dapat melakukan evaluasi di lapangan setiap tiga atau enam bulan sekali selama program.

"Tawaran proyek penelitian juga akan bermunculan ketika dosen melakukan visitasi dengan perusahaan," papar Arief lagi.

Menjadi alumni dari 300 lebih kampus yang mengikuti PMMB pun memberikan peluang kerja datang lebih cepat, bahkan sebelum kelulusan.

"Akan berkurang kekhawatiran akan lamanya masa tunggu kerja, dan akan terkawal juga akreditasi kampus karena banyak hal baik tadi," kata Arief.

Sebagai bentuk pertahanan dan dalam rangka memajukan PMMB, mata kuliah magang pun diadakan di seluruh departemen di Fakultas Vokasi ITS.

"Di fakultas nonvokasi, matakuliah ini juga disampaikan di beberapa departemen," tegas Arief. Selain itu, pelaksanaan konversi SKS akan lebih digiatkan di tiap-tiap departemen pada tahun 2020 ini.

Arief berharap, jika di tahun sebelumnya tercatat 66 mahasiswa magang bersertifikat, tahun ini akan tercatat lebih banyak mahasiswa mengikuti program magang. "Semoga penghargaan ini menjadi awal yang lebih baik di tahun 2020 ini, dan memotivasi akademisi kampus untuk terus menuai prestasi," pungkas Arief.(tok/tin)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota