Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

22 Januari 2020, 17:19:44| Laporan J. Totok Sumarno

Imlek 2571, Setelah Sembahyang, Penting Kumpul Keluarga

suarasurabaya.net| Berkumpul bersama keluarga menjadi satu diantara kegiatan yang tidak terpisahkan bahkan dianggap penting dilakukan setelah umat yang merayakan Imlek 2571 melakukan sembahyang pegantian tahun.

"Justru biasanya kumpul keluarga itu yang jadi tujuan umat merayakan Imlek. Biasanya memang setelah melakukan persembahyangan Imlek, umat akan berkumpul bersama-sama keluarga masing-masing. Ini sepertinya yang penting, setelah sembahyang," terang A Kiong pengurus klenteng Hong San Ko Tee Jl. Cokroaminoto, Surabaya.

Menurut A Kiong, sembahyang Imlek 2571 dilaksanakan pada Jumat (24/1/2020) malam, dan akan berlanjut hingga Sabtu (25/1/2020). Kemudian dilanjutkan dengan acara kumpul-kumpul bersama keluarga.

"Biasanya keluarga jauh, anak-anak yang di luar negeri pulang buat ketemu keluarga. Dan itu pas dengan Imlek. Sembahyang ke klenteng bersama-sama terus saling berkunjung ke tetangga atau keluarga lainnya. Tradisi itu yang penting sepertinya, dan masih banyak keluarga yang memanfaatkan momen itu," tambah A Kiong.

Ditemui di tempat berbeda, Shania Karsono mahasiswi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, Rabu (22/1/2020) membenarkan bahwa setelah sembahyang keluarga berkumpul bersama.

"Memang seperti itu. Yang muda menemui yang tua, menyampaikan ucapan Imlek. Dan berkumpul bersama keluarga rasanya jadi momen spesial. Karena itu, biasanya setelah sembahyang lanjut berkumpul bersama keluarga, teman, tetangga merayakan Imlek. Kumpul keluarga kayaknya jadi kewajiban lhoo," terang Shania.

Karena itu, lanjut Shania tahun ini dirinya mempersiapkan diri untuk pulang sebelum sembahyang Imlek, agar bisa berkumpul keluarga. "Zaman masih ada Engkong, setelah sembahyang saling mengucapkan salam dan khususnya pada yang lebih tua. Terus kumpul bersama keluarga," pungkas Shania.(tok/tin)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota