Selasa, 12/11/2019 SURABAYA: 26-35 °C (Cerah, Berawan)
Kurs USD 11/11/2019 18:45:57 - Jual: Rp 14.110,20 | Beli: Rp 13.969,80
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

08 November 2019, 16:27:44| Laporan Farid Kusuma

Enam Orang Tokoh Daerah Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

suarasurabaya.net| Sebanyak enam orang tokoh daerah yang sudah memberikan pengabdian, darma bakti dan karya yang luar biasa untuk Negara dan Bangsa Indonesia, hari ini, Jumat (8/11/2019), resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional.

Pemberian gelar kehormatan itu berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 120/TK/Tahun 2019, tertanggal 7 November 2019.

Keputusan Presiden tentang gelar Pahlawan Nasional, dibacakan Mayor Jenderal TNI Suharyanto Sekretaris Militer Presiden, dalam upacara kenegaraan yang digelar siang hari ini, di Istana Negara, Jakarta.

Sesudah nama-nama penerima gelar dibacakan, plakat tanda Pahlawan Nasional diberikan langsung oleh Joko Widodo Presiden kepada keluarga/ahli waris.

Enam tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional yaitu Ruhana Kuddus, jurnalis wanita asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang aktif melawan penjajah Belanda lewat jalur pendidikan dan karya jurnalistiknya.

Lalu, Himayatuddin Muhammad Saidi Sultan Buton yang semasa hidupnya gigih melawan penjajahan Belanda di wilayah Kesultanan Buton, Sulawesi Tenggara.

Kemudian, KH Abdul Kahar Mudzakkir dan M.Sardjito. Dua orang tokoh pendidikan asal Yogyakarta tersebut adalah mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII).

Tokoh kelima yang mendapat gelar Pahlawan Nasional adalah Alexander Andries Maramis pejuang kemerdekaan Indonesia asal Sulawesi Utara, yang pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan Menteri Keuangan.

Yang keenam, KH Masjkur pejuang kemerdekaan asal Malang, Jawa Timur. Tokoh agama yang aktif di organisasi Nahdatlul Ulama tersebut, tercatat pernah menjabat Menteri Agama, dan Anggota DPR RI. (rid/iss/ipg)

Berita terkait :
1. Cucu KH Masjkur: Eyang Tak Banyak Bicara, Lebih Sering Tersenyum
2. K.H. Masjkur, Putra Daerah Jatim Dapat Gelar Pahlawan Nasional
3. Khofifah: KH Masjkur Pahlawan yang Patut Diteladani
4. Lika-Liku Pengajuan Gelar Pahlawan KH Masjkur, Sudah Diusulkan Sejak 1995

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota