Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

23 Februari 2020, 12:01:12| Laporan Anggi Widya Permani

Insiden Susur Sungai Sempor, Kwarda Jatim: Itu Sebuah Kecerobohan

suarasurabaya.net| AR Purmadi Wakil Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim melihat, ada kecerobohan pada kegiatan susur sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) lalu. Pasalnya, kecerobohan itu menyebabkan 10 siswi SMPN 1 Turi meninggal dunia terseret arus sungai.

Kegiatan tersebut diikuti 249 anak dan hanya didampingi 6 pembina. Menurut Purmadi, idealnya 1 pembina itu untuk mendampingi 10 anak. Jadi semestinya dengan jumlah ratusan peserta SMPN 1 Turi itu bisa didampingi setidaknya 25 pembina.

"Sebuah kecerobohan. Di Jatim sendiri, konsen menyeimbangkan rasio dari jumlah yang dibina dengan pembina. Kalau menghitung itu (kasus SMPN 1 Turi, red), belum ideal," kata Purmadi kepada Radio Suara Surabaya.

"Itu sangat minim sekali. Idealnya dengan jumlah 249 peserta, harusnya 25 pembina," tambahnya.

Selain jumlah pembina dengan peserta yang tidak seimbang, Purmadi juga menyebutkan kegiatan susur sungai itu juga dilakukan tanpa sepengetahuan Ketua Majelis Pembimbing Gugus (Mabigus).

"Saya dengar kalau yang di Turi itu tanpa sepengetahuan Mabigus. Harusnya ada dan ijin, sehingga Mabigus itu juga berfungsi sebagai pengawas," jelasnya.

Purmadi juga mengungkapkan, seseorang yang menyandang predikat pembina itu juga harus mempunyai sertifikat dari hasil kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar. Berlaku juga untuk Mahir Pembina Pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, maka harus mengikuti kursus tingkat lanjutan.

Selain itu, setiap kegiatan pramuka di lapangan (outdoor) juga wajib melapor ke institusi stakeholder. Mulai dari izin tempat yang akan digunakan untuk berkegiatan, desa setempat, dan polisi.

"Jadi semua itu sudah ada SOP nya. Gak boleh sembarangan. Menurut saya insiden di Turi itu sebuah kecerobohan," kata dia.

Pihaknya berharap, insiden yang menimpa siswa siswi SMPN 1 Turi tidak terulang lagi, terutama di Jatim. "Kami ikut berduka cita untuk musibah di Turi Sleman," katanya. (ang)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota