Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 21/02/2020 15:10:01 - Jual: Rp 13.845,89 | Beli: Rp 13.708,12
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

23 Februari 2020, 15:57:37| Laporan Agustina Suminar

Selasa Besok, Pemerintah Akan Putuskan Opsi Pemulangan WNI di Diamond Princess

suarasurabaya.net| Pemerintah pada Selasa (25/2/2020) akan memutuskan opsi pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, Jepang, ke Indonesia menggunakan transportasi laut atau udara.

"Rencananya Selasa pekan depan akan ada rapat untuk membahas pemulangan WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Proncess menggunakan apa," kata Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan kepada pers di Rancaekek, Jawa Barat, Minggu (23/2/2020).

Hal itu disampaikan Menhub di sela peninjauan kemajuan pembangunan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung yang juga didampingi Zulfikri Dirjen Perkeretaapian Kemenhub dan Edy Sukmoro Dirut PT KAI (Persero).

Dikatakan Menhub, pemerintah telah menyiapkan rumah sakit terapung KRI dr Soeharso untuk memulangkan WNI yang berada di kapal pesiar tersebut. Namun memang diakui akan butuh waktu lama untuk tiba di Indonesia.

Alternatif lain, kata Budi Karya, adalah menggunakan pesawat terbang namun menggunakan transportasi udara masih belum ada keputusan sampai kini.

"Oleh sebab itu rencananya Selasa lusa akan dirapatkan antarkementerian untuk memutuskan apakah menggunakan jalur laut atau udara," kata Menhub dilansir Antara.

Sesuai informasi dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Tokyo, Jepang dan Kemenlu, WNI yang berada di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, berjumlah 78 orang.

Dari total WNI itu, sebanyak 74 orang dinyatakan sehat. Namun 4 WNI yang dinyatakan positif terjangkit virus COVID-19 telah dirawat di rumah sakit di Jepang dengan standar protokol Badan PBB untuk Kesehatan Dunia (WHO).

Sebelumnya, pemerintah telah melakukan evakuasi kemanusiaan tahap pertama atas 238 WNI menggunakan pesawat dari Propinsi Hubei, China, menuju lokasi transit untuk observasi di Natuna, Kepulauan Riau.(ant/tin)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota