Selasa, 30/11/1999 SURABAYA: °C ()
Kurs USD 14/09/2019 11:50:58 - Jual: Rp 14.020,00 | Beli: Rp 13.880,00
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

15 Juni 2015, 09:02:05| Laporan Denza Perdana

Ini Temuan Dinsosnakertrans Sidoarjo Mengenai Suwadi, Kakek Badut Penderita Stroke

suarasurabaya.net| Fenomena Suwadi (sebelumnya diberitakan Suaedi-Red), kakek berprofesi badut penderita stroke yang terlihat di Lippo Mal Sidoarjo, Minggu (14/6/2015) pagi, telah mengundang reaksi pendengar Radio Suara Surabaya dan Netter E100. Fenomena ini juga mengundang respon Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Sidoarjo.

Husni Tamrin Kepala Dinsosnakertrans Sidoarjo merespon berita Kakek Suwadi tersebut dengan mengajak pria yang menurutnya tergolong orang dengan tempat tinggal tidak tetap (T4) itu untuk tinggal di Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Sidoarjo kawasan Sidokare.

Minggu siang, Husni bersama petugas Dinsosnakertrans mendatangi Kakek Suwadi yang masih berada di kawasan Lippo Mal Sidoarjo. Namun, ketika petugas mengajaknya turut ke Liponsos Sidoarjo, tiba-tiba datang seorang perempuan mengaku sebagai putri Kakek Suwadi.

Karena bersikeras untuk ikut, petugas Dinsosnakertrans pun mengajak sekalian.

Di Liponsos Sidoarjo, petugas melakukan pemeriksaan untuk mengetahui latar belakang Kakek Suwadi. Berdasarkan identitas kependudukannya, Kakek ini ternyata telah berusia 74 tahun.

Pria yang juga diketahui kelahiran Surabaya ini tercatat sebagai warga Dusun Bulu, Kelurahan Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Sementara perempuan yang mengaku sebagai putrinya, akhirnya mengaku sebagai istri Kakek Suwadi kepada petugas Liponsos Sidoarjo.

"Setelah sebelumnya mengaku anaknya, ibu itu akhirnya mengaku sebagai istrinya," ujar Husni kepada suarasurabaya.net Minggu malam. Perempuan itu mengaku bernama Karsi.

Masih di hari yang sama, kata Husni, seorang laki-laki yang mengaku bernama Muadi datang ke Liponsos Sidoarjo meminta agar Suwadi dan Karsi diperbolehkan pulang ke Mojokerto. Pria itu mengaku sebagai anak Suwadi dan Karsi.

Tidak datang sendiri, Muadi ditemani oleh saudaranya yang bernama Iwan yang mengaku sebagai anggota kepolisian Mojokerto.

"Waktu itu saya masih di Madura. Petugas Liponsos telepon saya, dan saya meminta agar mereka tidak diizinkan pulang dulu," kata Husni.

Husni merasa, ada yang janggal dengan Kakek Suwadi dan istrinya ini. Sebab itu, dia perlu menggali lebih dalam tentang siapa sebenarnya kakek ini.

Fenomena Kakek Suwadi ini telah menjadi perbincangan netter E100. Kini jangkauannya lebih dari 6,5 juta dengan lebih dari 143 ribu like, 15 ribu komentar, serta lebih dari 21 ribu netter E100 yang berbagi posting ini di kronologi facebook.

Beberapa Netter E100 dan pendengar Suara Surabaya sebelumnya melaporkan melihat kakek ini berjalan mengenakan pakaian badut Winnie the Pooh di sekitaran Sidoarjo. Beberapa di antaranya bahkan pernah berbincang langsung di lokasi yang tidak jauh dari pantauan suarasurabaya.net. (den/edy)

Berita terkait :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota