Selasa, 12/11/2019 SURABAYA: 26-35 °C (Cerah, Berawan)
Kurs USD 11/11/2019 18:45:57 - Jual: Rp 14.110,20 | Beli: Rp 13.969,80
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota
Login | Daftar | Lupa Password
Kelana Kota:

09 November 2019, 18:13:12| Laporan Denza Perdana

Kader Dakwah Sehat, Mencegah Stunting dengan Cara Menghibur

suarasurabaya.net| Empat kelompok masyarakat, remaja, juga ibu-ibu, tampil di panggung Festival Dakwah Sehat di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan, Sabtu (9/11/2019). Mereka tampilkan sebuah pertunjukan edukasi.

Ada kelompok yang membawakan drama musikal, dakwah interaktif, hadrah dengan instrumen kekinian, juga pantomim. Mereka sisipkan pesan edukatif tentang pencegahan stunting.

Mereka yang tampil di atas panggung Festival Dakwah Sehat itu adalah para Kader Dakwah Sehat (KDS) yang sudah mendapat pembekalan berbagai materi pencegahan stunting.

Pelatihan dan pembekalan KDS ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diinisiasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair bersama Kementerian Kesehatan.

Program pengabdian masyarakat ini memang fokus pada pencegahan stunting. Kegiatan pencegahan stunting melalui Dakwah Sehat ini hasil identifikasi Tim FKM Unair yang dilakukan sejak Agustus 2019.

Tim FKM yang dipimpin Pulung Siswantara dari Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UNAIR itu menerapkan Dakwah Sehat di Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Nganjuk.

Pulung mengatakan, Dakwah Sehat yang diaplikasikan di sejumlah pesantren di dua kabupaten itu berangkat dari temuan bahwa sejumlah pondok pesantren belum terpapar edukasi pencegahan stunting.

"Setelah mendapat dukungan dari stakeholder, kami mulai melakukan pembentukan Kader Dakwah Sehat (KDS) sampai menyelenggarakan Festival Dakwah Sehat ini," ujar Pulung.

Para KDS ini di antaranya para remaja dan calon pengantin, ibu-ibu hamil, juga ibu menyusui atau ibu yang mempunya balita. Mereka telah berkomitmen mengedukasi masyarakat melalui cara menghibur.

Para KDS ini lantas menampilkan hasil karya mereka di Festival Dakwah Sehat di Ponpes Sunan Drajat, yang dihadiri 100 KDS dan 300-an masyarakat sasaran di lingkungan Pondok Pesantren.

"Tujuan pembentukan KDS dan semua kegiatan ini, supaya masyarakat menjadi semakin tahu, semakin sadar, dan semakin mampu, melakukan perilaku pencegahan stunting," kata Pulung.

Masyarakat di sekitar Ponpes Sunan Drajat, juga para santri dan para pengurus Pondok Pesantren tampak antusias selama mengikuti rangkaian Festival Dakwah Sehat yang digelar FKM Unair.(den)

berita-beritalain
Home | SS Today | Kelana Kota | Politik | Ekonomi Bisnis | Olahraga | Info Teknologi | Potret Kelana Kota | Jaring Radio | Podcast | Suara Netter | Potret Netter | Kuliner | Resep | Wisata & Budaya | Agenda Kota