suarasurabaya.net

Bank Indonesia: Pelonggaran LTV/FTV Dorong Pertumbuhan Kredit
Laporan Anggi Widya Permani | Kamis, 13 September 2018 | 21:24 WIB

Difi Ahmad Johansyah Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| Bank Indonesia menempuh kebijakan makroprudensial dalam bentuk ketentuan pelonggaran rasio Loan to Value atau Financing to Value (LTV/FTV) dari fasilitas kredit atau pembiayaan perumahan dengan memperhatikan aspek prudensial.

Difi Ahmad Johansyah Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur mengatakan, kebijakan LTV/FTV Bank lndonesia ini merupakan bagian dari bauran kebijakan yang ditujukan untuk mendorong perekonomian melalui pertumbuhan kredit properti secara nasional. Terutama, saat ini masih memiliki potensi akselerasi, termasuk Jatim.

Linda Maulidina Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia menambahkan, melalui kebijakan ini Bank lndonesia memberikan kewenangan kepada industri perbankan untuk mengatur sendiri jumlah LTV/FTV dari fasilitas kredit atau pembiayaan pertama sesuai dengan risk appetite dan kebijakan manajemen risiko masing-masing bank.

Sementara, LTV untuk fasilitas kredit atau pembiayaan kedua, diberikan di kisaran 80 persen hingga 90 persen.

"Dengan kebijakan pelonggaran LTV/FTV ini, pengaturan LTV/FTV fasilitas kredit atau pembiayaan pertama yang menjadi kewenangan masing-masing bank, tidak hanya untuk rumah tapak ≤70 meter persegi, rusun ≤21 meter persegi, dan ruko/rukan. Namun juga untuk semua tipe rumah tapak, rusun, ruko/rukan," jelasnya.

Dalam menetapkan besaran LTV kepada debiturnya tersebut, lanjut dia, bank harus memperhatikan pula aspek prudensial dalam penerapannya. Sehingga, hanya bank yang memiliki Non Performing Loan (NPL) total kredit net < 5 persen dan NPL KPR gross <5 persen yang dapat memanfaatkan pelonggaran ini.

Selain perubahan pada ketentuan rasio LTV, ketentuan baru ini juga akan memberikan kelonggaran terhadap kredit atau pembiayaan dengan mekanisme inden.

"Sebelumnya, kredit atau pembiayaan dengan mekanisme inden diberikan sampai dengan urutan fasilitas kedua. Sekarang, bank dapat memberikan maksimal 5 fasilitas kredit tanpa melihat urutan," tambahnya.

Kebijakan pelonggaran LTV ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan kredit properti di Indonesia. Di Jawa Timur sendiri, sejak diterapkan pelonggaran kebijakan LTV/FTV sebelumnya di tahun 2016, kredit properti tercatat tumbuh dari sebesar 6,15 persen (yoy) pada Agustus 2016 menjadi sebesar 11,29 persen (yoy) pada Juni 2018.

"Dengan kebijakan pelonggaran yang baru ini, harapannya angka pertumbuhan ini semakin meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur secara keseluruhan," pungkasnya. (ang/rst)
top