suarasurabaya.net

BI: Konsumsi Masyarakat Tinggi Dorong Optimisme Pertumbuhan Ekonomi
Laporan Anggi Widya Permani | Jumat, 29 Maret 2019 | 17:21 WIB

Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Bank Indonesia (BI) menyebutkan, konsumsi masyarakat saat ini masih tinggi. Sehingga mendorong kelanjutan tren positif pertumbuhan ekonomi, meskipun perbaikan ekspor tetap menjadi tantangan.

Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI mengatakan, parameter konsumsi sesuai Indeks Keyakinan Konsumen akan meningkat menjadi 127,9 poin pada periode ini. Ditambah penjualan ritel yang terkerek naik menuju 97 poin,.

Ia membantah, laju inflasi rendah dalam tiga bulan terakhir hingga ke batas bawah sasaran inflasi bank sentral, karena konsumsi masyarakat yang rendah.

"Kalau lihat data-data Februari 2019 baik itu pendapatan petani dan tenaga kerja itu meningkat. Berarti dari sisi daya beli itu kita tidak melihat bahwa itu terganggu," kata Dody, dilansir Antara, Jumat (29/3/2019).

BI masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi sepanjang 2019 ini berkisar 5-5,4 persen.

Kontribusi untuk menumbuhkan perekonomian masih didominasi konsumsi masyarakat yang diperkirakan Dody tumbuh melebihi lima persen.

Tingginya konsumsi masyarakat, ujar Dody, juga tidak lepas dari meningkatnya pencairan anggaran belanja sosial dari APBN 2019 selama dua bulan pertama tahun ini.

Menurut data Kementerian Keuangan, pencairan dana bantuan sosial (bansos) dalam Januari-Februari 2019 mencapai Rp23,6 triliun.

Jumlah tersebut meningkat 70,1 persen (year on year/yoy) dibandingkan periode sama 2018 sebesar Rp13,9 triliun. Pencairan dana bansos itu karena pertambahan jumlah penerima program keluarga harapan (PKH) dan juga nominal yang sasaran PKH.

Sementara untuk inflasi, BI memandang akan berada di rentang bawah sasaran inflasi 2,5-4,5 persen. (ant/ang/ipg)
top