suarasurabaya.net

Kejar Efisiensi, Pabrik Aluminium Beralih Gunakan Gas sebagai Bahan Bakar Utama Industri
Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 17 Juni 2019 | 18:24 WIB

Kegiatan di PT Unggul Regantris Digdjojo, Gresik setelah menggunakan gas PGN. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net| PT Unggul Regantris Digdjojo, Gresik, industri manufaktur peleburan dan ekstruksi aluminium profile di Menganti, Gresik, beralih bahan bakar, dari batu bara dan solar menjadi menggunakan gas alam terkompresi (CNG) dari PGN Group. Peralihan ini merupakan upaya perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih, sehat, bebas polusi, dan ramah lingkungan.

Rachmat Hutama Sekretaris Perusahaan PGN mengungkapkan selaku Sub Holding Gas, PGN mempunyai misi menjaga dan memeratakan penggunaan energi baik, yang efisien dan aman. "Hal tersebut merupakan misi dari segala aksi korporasi PGN Group, tujuannya menciptakan nilai ekonomi yang unggul buat masyarakat maupun pelaku industri," ungkapnya.

Dia mengatakan selama ini, ongkos energi bagi pelaku industri cukup signifikan mempengaruhi struktur biaya produksi. Dengan kata lain, sambung Rachmat, jika mayoritas industri menggunakan gas alam yang lebih efisien dan aman, maka penghematan yang signifikan akan dikantongi pelaku usaha.

"Dengan efisiensi sektor energi saja, para pelaku industri bisa menghadirkan harga kompetitif buat produknya, atau menyiapkan dana ekspansi," tuturnya.

Andre Hartawan Business and Development Manager PT URD mengatakan, hal pertama yang dapat dirasakan secara langsung setelah menggunakan gas alam sebagai sumber bahan bakar utama adalah peningkatan signifikan terhadap cleanliness area produksi sehingga meja-meja produksi tidak mudah tertutup debu batubara yang dapat menurunkan kualitas produk,.

Selain itu juga meningkatkan produktivitas pabrik sehingga lebih efisien dan efektif. Ia mengemukakan contoh pada mesin oven saat memakai batubara dibutuhkan waktu ageing (pematangan produk) sekitar 8-9 jam sementara dengan memakai gas alam dibutuhkan waktu ageing hanya sekitar 4 jam. "Tentu hal ini menjadi faktor yang sangat berpengaruh baik dan signifikan terhadap produktivitas kami," ujar Andre.

Andre Hartawan menegaskan keyakinannya bahwa melakukan investasi peralihan bahan bakar dari batubara ke gas alam merupakan investasi yang tepat dan menguntungkan. Terutama dalam mendukung visi misi perusahaan untuk terus berkarya dan melakukan ekspansi produk-produk ekspor ke mancanegara.

PT. URD yang terletak di Jl. Raya Pelemwatu No 199, Menganti, Gresik ini mempunyai bidang produksi yang lengkap, mencakup dari hulu yaitu peleburan skrap aluminium menjadi billet dan ekstrusi aluminum profile hingga ke hilir yaitu finishing product. Kapasitas produksi hingga saat ini mencapai 300 ton per bulan.

Produk-produk profile aluminium yang dihasilkan berupa hollow pipa kotak, hollow pipa oval, pipa polos, pipa garis, rel gorden, showcashe dan beberapa produk lain. Produk profile aluminium tersebut umumnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga seperti jemuran, etalase, rak piring, alat pel (pembersih lantai), dan lain-lain.

PT Unggul Regantris Digdjoyo (URD) mendistribusikan hasil produknya ke beberapa wilayah seperti Jawa Timur (Surabaya dan sekitarnya), Jawa Tengah (Semarang dan Yogyakarta), dan Kalimantan Selatan (Banjarmasin dan sekitarnya).(iss/ipg)
top