suarasurabaya.net

Kadin Jatim Kerjasama dengan Belanda untuk Pengelolahan Buah
Laporan Agustina Suminar | Minggu, 21 Juli 2019 | 20:43 WIB

Ilustrasi apel Malang. Foto: Antara
suarasurabaya.net| Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur kembali menjalin kerja sama dengan PUM Netherlands, sebuah lembaga ekonomi Belanda. Kerjasama ini dilakukan untuk program pengembangan produk hortikultura, utamanya produk pengolahan buah.

La Nyalla Mahmud Mattalitti Ketua Umum Kadin Jatim di Surabaya, Minggu (21/7/2019), mengatakan kerja sama ini adalah lanjutan dari sebelumnya, yakni pendampingan peningkatan kualitas agrokultur produksi apel di daerah Malang.

"Kami menyambut baik atas kepercayaan dari PUM Netherlands untuk tetap bekerja sama dengan Kadin Jatim. Melalui kerja sama ini, kami harap kinerja ekonomi Jatim, utamanya di sektor pertanian akan semakin meningkat," kata La Nyalla dilansir Antara.

Ia mengatakan kerja sama ini juga diharapkan bisa mengembangkan pertanian Jatim. Sebab lembaga ekonomi Belanda diisi tenaga ahli yang berasal dari berbagai pengusaha di negara berkembang dan ahli senior yang mempunyai 30 tahun pengalaman dalam lingkungan bisnis.

"Tenaga ahli senior ini dengan sukarela mengabdikan ilmunya dalam pelaksanaan jangka pendek, proyek-proyek konsultasi yang solid di lapangan langsung," katanya.

Dalam kerja sama itu, tenaga senior Belanda akan berbagi pengetahuan dan membantu pengusaha Jarim membangun dan mengembangkan usaha ke tingkat berikutnya.

"Tentunya ini akan menguntungkan bisnis lokal serta masyarakat sekitar," katanya.

Adik Dwi Putranto Wakil Ketua Umum Kadin Jatim Bidang Agrobisnis, Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan, mengatakan kerja sama kali ini akan difokuskan pada bidang produk pemrosesan buah di daerah penghasil produk hortikultura khususnya buah-buahan.

"Kami melihat daerah Kediri cukup bagus pengembangannya dan cukup terjangkau oleh daerah sekitarnya seperti Blitar, Tulungagung, Nganjuk, sebagai pemasok produksi hortikultura buah-buahan, seperti mangga, nanas, belimbing, pisang, durian, pepaya," ujarnya.

Langkah kerja sama ini, kata dia, diharapkan bisa membantu petani maupun pengusaha untuk dapat lebih mengembangkan produk usahanya, serta mampu meningkatkan kualitas produknya sesuai dengan kualitas standar ekspor agar lebih kompetitif dan bernilai ekonomis tinggi.

Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi buah-buahan sepanjang 2018 mencapai 21,5 juta ton, sayuran 13 juta ton, tanaman hias 870 juta tangkai, dan tanaman obat mencapai 676 ribu ton.

Sementara volume ekspor hortikultura pada 2018 mencapai 435.000 ton, naik 10,36 persen dibanding 2017 sebanyak 394.000 ton.(ant/tin/iss)
top